WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Sistem REM dan ABS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem REM dan ABS. Tampilkan semua postingan

Apakah yang dimaksud dengan rem berdecit itu?


Rem yang berdecit yakni gejala yang ditimbulkan oleh pergesekan antara kanvas rem dan piringan rem, getaran inilah yang kemudian ditransmisikan dalam bentuk bunyi.

Gejala ini dikenal dengan getaran yang timbul dengan sendirinya, tidak sama dengan getaran yang ditimbulkan, menyerupai getaran pada bodi kendaraan, dan menghasilkan getaran yang kembali pada sumbernya. Jika getaran bertambah kuat, energi yang terjadi juga membesar.



Penyebab Bunyi Decit Pada Rem



Timbulnya suara dan cara perambatan bunyi.

  • Bunyi berdecit pada rem mampu dibandingkan dengan gejala melolong, yang dihasilkan melalui proses berikut ini:
  • Bunyi masuk ke microphone dari speaker, dan diperbesar oleh amplifier.
  • Bunyi secara berulang-ulang keluar melalui speaker dan alhasil menjadi suara yang lebih kencang dari suara aslinya.


Jika diterapkan pada rem, prosesnya menjadi menyerupai berikut ini:
Speaker: rotor
Microphone: pad
Level volume amplifier : koefesien gesek pad.
Jarak antara microphone dan speaker adalah: pengurangan bunyi. (efektivitas dari shim)

 

Konstruksi Rem dan Bunyi Berdecit


Dalam kasus getaran yang ditimbulkan sendiri, satu getaran didihasilkan, lantas getaran itu diperbesar, maka getaran itu akan menjadi lebih besar. Begitu amplitudonya  bertambah besar,  untuk menghentikan getaran itu tentu saja diharapkan peredaman yang lebih besar. Dalam konstruksi rem, pad dan rotor terhubung rapat, sehingga sulit untuk meredam getarannya.

Frekuensi yang ditimbulkan

Pada kasus rem yang berdecit, frekuensi yang dibangkitkan bervariasi. Meskipun jikalau decitan rem pada frekuensi tertentu berkurang, decitan rem lainnya akan dibangkitkan pada frekuensi yang berbeda.

Frekuensi berbeda tergantung pada model dan sulit untuk memangkas getaran itu menyerupai getaran umumnya. Efektifitas pengurangan kadang kala muncul, tetapi kadang kala tidak muncul.

Hubungan antara decitan rem dan rem

Decitan rem dibangkitkan oleh tabrakan antara pad dan rotor, sehingga ada korelasi antara koefisien gesek pad dan decitan rem.

Oleh karenanya, pencegahan decitan rem dan peningkatan efektifitas pengereman agak sulit didapat pada ketika yang sama. Kenyataannya, jikalau sejumlah energi dikirim dari rotor ke dalam pad berlangsung efektif, maka decitan rem cenderung muncul.

Kondisi yang cenderung menimbulkan rem berdecit

1. Saat kendaraan ditinggalkan atau ketika rem didinginkan

Decitan rem cenderung muncul dikarenakan meningkatnya koefisien gesek pad rem yang disebabkan oleh oksidasi pada rotor dan permukaan pad, atau daya serap kelembaban pad.


2. Saat rem didinginkan di bawah kondisi temperatur tinggi

Saat temperatur pad lebih besar dari 200 derajat celsius, resin di dalam pad-pad membusuk dan permukaan pad kehilangan abrasivitasnya. Saat temperatur kemudian jatuh, koefisien gesek naik. Akibatnya, decitan rem cenderung muncul.


PETUNJUK:Saat temperatur pad menjadi tinggi, cat pada sisi-sisi samping kadang memutih, membantu menentukan sejarah yang berkaitan dengan panas.


3. Saat jejak massa rotor tidak dapat dilihat

Saat serpihan-serpihan abrasif pada pad menempel pada permukaan rotor, permukaan rotor dimassakan oleh pad-pad. Saat ketidakteraturan permukaan berkurang, koefisien gesek naik. Akibatnya, decitan rem cenderung muncul.


PETUNJUK:
Tes reproduksi decitan rem
  • Laksanakan tes ini dengan mengubah gaya pengutamaan pedal pada jalan menurun.
  • Naikkan temperatur rem dan biarkan selama 30 menit. Lalu laksanakan tes ini.
  • Biarkan rem semalam untuk menurunkan temperatur rem. Lalu laksanakan tes ini.


Metode Pengurangan Decitan Rem

1. Pemeriksaan anti-squeal shim dan pinjaman gemuk

  • Periksa terhadap pengelupasan atau lekukan pada karet di permukaan anti-squeal shim. 
  • Berikan gemuk pada grease pan dan claw anti-squeal shim. 
  • Dengan menggunakan gemuk, prosedur ini menunjukkan daya pelemahan dan merubah kontak antara caliper dan pad.


2. Bagian belakang piston

  • Tekan piston dari adegan belakang caliper sekali. Prosedur ini untuk memperbaiki cungkilan piston, dan kelembutan pergeseran piston untuk membantu supaya stabilitas kontak  pad terjaga.

3. Pemeriksaan dan perbaikan adegan belakang pad

  • Periksa adegan belakang pad terhadap kelengkungan. Bila ditemukan ada lekukan, gerindalah adegan belakangnya.
  • Prosedur ini membantu kontak piston dan caliper claw ke pad-nya.


4. Pengikiran permukaan pad  penerima momen dan pinjaman gemuk

  • Memeriksa contact truck. Jika  pad mengalami kontak tidak merata, kikir permukaannya dengan kertas amplas untuk membetulkannya sehingga posisi pad itu rata mengenai dudukan caliper.
  • Berikan gemuk pada permukaan peserta momen.
  • Prosedur ini membantu mengurangi tabrakan pada permukaan peserta momen dan dapat membuat pad menjadi stabil. 

Rem Tidak Pakem Dapat Membahayakan Jiwa anda

Gejala rem tidak efektif atau kurang pakem tidak hanya kasus dimana  rem tidak bekerja setiap pedal rem diinjak, tetapi juga kasus saat efektifitas rem lemah melawan gaya tekan atau pedal remnya tak terasa.

Ketika melaksanakan troubleshooting rem yang tidak efektif ini, yaitu sangat penting memiliki pengetahuan teknis yang memadai untuk memahami mengapa efektivitas pengereman bertambah buruk.


Penyebab Rem Tidak Pakem

Berikut ini yaitu beberapa penyebab rem yang memburuk atau tak efektif.

1. Terdapat kerusakan  pada sistem rem
2. Tekanan vakum pada booster rem tidak terjaga dengan baik.
3. Kekuatan rem menurun atau terdapat udara palsu ( vapor lock /penguncian uap).
4. Berat kotor kendaraan meningkat karena ada penumpang atau muatan berat.
5. Kendaraan berjalan pada kondisi jalan basah.
6. Koefisien ukiran berubah antara ban dengan permukaan jalan.

 Efektivitas Rem Menurun

1. Terdapat kerusakan  pada sistem rem

  • Masalah pada sistem rem biasanya terdapat pada episode karet sistem hidrolik menyerupai pada selang rem, piston cup dsb. Part karet yang dipakai terlalu lama akan menurun kondisinya, dan dapat menyebabkan kebocoran cairan minyak rem. 
  • Jika kendaraan direm mendadak, episode yang sudah menurun kondisinya bisa tiba-tiba meledak, dan menimbulkan sistem rem tidak dapat mengontrol laju kendaraan.
  • Terdapat dua sistem hidrolik rem yang diharapkan untuk menjaga keamanan laju kendaraan. Jika salah satu saja dari kedua sistem ini mengalami masalah, kondisi pengereman akan terpengaruh.

2. Tekanan vakum pada booster rem tidak terjaga dengan baik

  • Jika mesin tiba-tiba berhenti saat sedang dikendarai, tekanan vakum pada booster rem tidak terjaga dengan baik.
  • Tekanan pada booster tidak dapat dipertahankan, dalam hal ini, fungsi pengereman hanya akan berfungsi dengan baik satu kali saja. Pedal rem kemudian akan terasa berat dan pada percobaan kedua, rem tidak akan bekerja dengan baik.

PETUNJUK:  
Efektivitas rem tidak selalu berkurang meskipun booster tidak berfungsi. Jika pengemudi mengurangi tekanan pada pedal rem, pengereman akan efektif meskipun penurunan laju kendaraan akan lebih lambat daripada biasanya.

3. Dalam kasus pemudaran atau terjadi penguncian  uap

  • Fenomena pemudaran
  • Resin yang terdapat pada materi gesek dari pad dan sepatu rem menghasilkan gas saat temperatur pad dan sepatu rem meningkat.
  • Fungsi rem menurun kalau gas yang berfungsi sebagai pelumas mengurangi koefisien gesek. Fenomena pemudaran ini cenderung terjadi selama periode awal karena pad dan sepatu rem memiliki kondisi yang sempurna untuk menghasilkan gas.

PETUNJUK: 
Riwayat panas dapat diperiksa kembali dengan melepaskan unit rem untuk merespon adanya fenomena pemudaran.

  

Penguncian uap

Pengemudi tidak menerima reaksi apapun dari pedal rem dan efek pengereman akan berkurang saat tercipta gelembung pada minyak rem.

Gelembung ini terbentuk saat panas pada pad dan sepatu rem berpindah ke minyak rem dan menimbulkan minyak rem mendidih.

Kondisi yang menyebabkan uap tertahan pada minyak rem.

  • Setelah laju kendaraan dihentikan, suhu unit rem tidak dapat diturunkan oleh pedoman udara..
  • Minyak rem lama tidak diganti.

PETUNJUK: 
Teknisi perlu mengeluarkan udara dari minyak rem. Jika uap terkunci, gelembung akan bertahan pada pipa sekalipun kekuatan pada pedal rem telah kembali ke posisi normal setelah temperatur rem menurun.

4. Jika berat kotor kendaraan meningkat karena adanya penumpang atau beban muatan

  • Jika berat kendaraan meningkat, inersia penghentian laju kendaraan akan meningkat pula. 
  • Jarak hingga kendaraan benar-benar berhenti akan bertambah sekalipun tekanan pada pedal rem dilepaskan dengan kekuatan yang sama. 

5. Jika kendaraan melalui jalan yang tergenang

  • Menurunnya kemampuan rem akan terjadi sementara disebabkan oleh rendahnya koefisien ukiran karena efek lubrikasi air saat materi ukiran pada rem menjadi basah.
  •  Jika rem dipompa, air akan menguap dan efek rem akan kembali karena adanya ukiran panas.

6. Jika koefisien ukiran antara ban dengan permukaan jalan berkurang

  • Ban akan cenderung slip dan jarak hentinya akan bertambah panjang bila kendaraan melintas pada jalan berair atau tertutup salju, atau kalau ban yang digunakan sudah aus. 
  • Jika terjadi pengereman mendadak, ban akan terkunci, kendaraan akan menjadi tidak stabil, serta kendaraan akan berputar.

Referensi

 Pemeriksaan kekuatan rem dan pedal rem

1. Pemeriksaan kekuatan rem maksimum

  • Pengukuran dilakukan dengan menggunakan tester rem

Kriteria penilaian

  • Jika dibandingkan dengan kendaraan lain dengan model yang sama harus tidak ada perbedaan kualitas apapun.

2. Perbandingan kekuatan rem dengan kekuatan pedal rem

  • Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan pedal effort meter dan tester rem.

Kriteria penilaian

  • Harus tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan dengan kendaraan lain dengan tipe yang sama.

Minyak Rem Faktor Penting Keselamatan Berkendara

Minyak rem merupakan topik yang cukup menarik untuk dibahas alasannya yaitu kebanyakan orang tidak tahu alasan kenapa minyak rem harus diperiksa dan diganti secara berkala.Tahukah anda bahwa setiap pengendara yang telah menempuh jarak 15.000 hingga 20.000 km melaksanakan pengereman sebanyak kira-kira 75.000 kali..?
Kegagalan sistem rem berfungsi dengan baik merupakan salah satu faktor yang sangat ditakuti oleh setiap pengendara kendaraan bermotor.

Minyak Rem
Minyak Rem


Pada umumnya setelah tiga tahun pemakaian kwalitas minyak rem akan menurun dimana titik didihnya akan turun hingga pada titik yang cukup berbahaya. Hal ini alasannya yaitu adanya kontaminasi uap air di dalam minyak rem yang dapat mengganggu kinerja sistem rem.

Minyak rem ditampung pada tabung master cylinder yang terbuat dari materi plastik transparan biar lebih mudah memeriksa ketinggian minyak rem di dalam tabung master cylinder tanpa perlu membuka tutup tabung master cylinder.
Membuka tutup tabung master cylinder dapat menyebabkan uap air yang terdapat di udara bebas masuk kedalam tabung master cylinder. Kandungan uap air yang berlebihan di dalam minyak rem dapat menurunkan kwalitas minyak rem tersebut.

Memeriksa Volume Minyak Rem

Minyak rem merupakan salah satu cairan yang sering diabaikan pada  kendaraan, padahal minyak rem merupakan salah satu faktor vital dalam hal keselamatan berkendara. Ketinggian minyak rem di dalam tabung reservoir harus diperiksa secara terencana alasannya yaitu secara normal ketinggiannya akan berangsur-angsur turun seiring dengan penipisan brake pad.
Jadi bila minyak rem berkurang drastis  secara mendadak patut dicurigai telah terjadi kebocoran pada sistem rem. Ketinggian minyak rem di dalam tabung master cylinder harus dijaga berada diantara tanda ADD dan FULL atau MIN dan MAX. Jika minyak rem berkurang dibawah minimum segera tambahkan sesuai dengan spesifikasi minyak rem yang tertera pada tutup tabung master cylinder (DOT 3 atau 4).

Perawatan Berkala Minyak Rem

Para andal merekomendasikan untuk melaksanakan penggantian minyak rem satu tahun atau dua tahun sekali. Pertimbangannya yaitu bahwa minyak rem akan mulai menyerap uap air semenjak pertama minyak rem dimasukkan kedalam sistem rem.
Minyak rem dapat menyerap uap air melalui pori-pori selang rem, melalui celah seal rem dan dari udara terbuka dikala tutup tabung master cylinder rem dibuka.

Proses perembesan uap air ini akan terjadi lebih cepat  pada kawasan yang bersuhu hirau taacuh dan  tingkat kelembabannya tinggi.

Setelah digunakan selama satu tahun, minyak rem  pada setiap kendaraan beroda empat biasanya akan mengandung uap air sekitar 2%, setelah pemakaian sekitar 18 bulan kandungan uap air meningkat menjadi 3 % dan setelah beberapa tahun pemakaian kandungan uap air di dalam minyak rem mampu mencapai 7- 8 %.

Jika kandungan uap air di dalam minyak rem sangat tinggi maka titik didih minyak rem akan menurun secara drastis. Minyak rem DOT 3 harus memiliki dry boiling point (tanpa ada uap air) sekitar 212 derajat celcius dan wet boiling point (mengandung uap air) sekitar 140 derajat celcius.
Minyak rem DOT 3 yang diproduksi dikala ini telah melebihi standar tersebut, rata-rata memiliki dry boiling point berkisar antara 237 hingga 260 derajat celcius.

Kandungan uap air satu persen saja di dalam minyak rem dapat menurunkan titik didih minyak rem DOT 3 menjadi sekitar 187 derajat, kandungan uap air dua persen menurunkan titik didih hingga 160 derajat dan kandungan uap air tiga persen menurunkan titik didih hingga 145 derajat, titik yang berbahaya bagi standard minimum minyak rem DOT 3.

Minyak rem DOT 4 yang mempunyai titik didih lebih tinggi (230 derajat untuk dry boiling point dan 155  derajat wet boiling point) lebih sulit menyerap uap air namun akan mengalami penurunan titik didih yang sangat tajam dikala ada kandungan uap air didalamnya. 
3% saja kandungan uap air didalam minyak rem DOT 4 akan menurunkan titik didih hingga 50% !!.

Mengingat penggunaan sistem rem kendaraan beroda empat pencetus depan menghasilkan panas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan sistem rem kendaraan beroda empat pencetus roda belakang sehingga membutuhkan minyak rem yang lebih tahan panas.

Kandungan uap air dapat meningkatkan resiko kegagalan sistem rem alasannya yaitu terjadinya vapor lock didalam sistem rem akhir minyak rem yang terlalu panas. Vapor lock atau ruang udara didalam rem akan menggantikan minyak rem dan bersifat dapat dikompresikan. Sehingga dikala pedal rem diinjak, pedal rem akan turun hingga menyentuh lantai namun rem tidak berfungsi menghentikan kendaraan yang dikenal dengan istilah REM BLONG...!!.

Akibat lainnya bila ada kandungan uap air didalam minyak rem yaitu timbulnya korosi pada caliper rem, piston caliper, wheel cylinder, master cylinder, steel brake line dan modulator ABS.

Kegagalan sistem rem yang berafiliasi dengan minyak rem



Sering kita mendengar gosip kecelakaan lalulintas akhir kegagalan sistem rem yang "tidak dapat dijelaskan".
Saat sistem rem kendaraan beroda empat yang mengalami kecelakaan diperiksa, tidak ditemukan kerusakan mekanikal, minyak rem cukup, kanvas rem masih tebal, sistem hidrolik rem tidak ada duduk perkara dan pedal rem normal.

Semuanya normal, namun kenapa rem mampu blong...?

Kemungkinan rem bekerja terlalu panas dan menjadikan minyak rem hingga mendidih, salah satu penyebabnya mampu rem yang macet  sehingga rem akan terlalu panas. Beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan minyak rem hingga mendidih diantaranya kondisi berkendara ibarat melaksanakan pengereman mendadak yang terlalu sering, berkendara di kawasan pegunungan dengan turunan yang curam dan kendaraan beroda empat dipaksa untuk menarik beban yang terlalu berat.

Minyak Rem Rekomendasi pabrikan

Bagaimana rekomendasi  pabrikan-pabrikan kendaraan beroda empat mengenai waktu penggantian minyak rem..?

Beberapa pabrikan ibarat general Motor dan Chrysler tidak menyebutkan secara spesifik mengenai waktu penggantian minyak rem secara berkala. General motor mengklaim minyak rem yang mereka rekomendasikan Delco Supreme 11 DOT 3 mengandung aditif yang lebih banyak dibandingkan minyak rem yang lain, dan dapat dikategorikan sebagai minyak rem long life time.

Pada tahun 1993 General Motor mulai memperkenalkan penggunaan karet selang rem tipe gres dengan lapisan EPM dan pelindung luar yang dapat mengurangi penetrasi uap air hingga 50 % sehingga GM menganggap kecil sekali kemungkinan minyak rem mereka terkontaminasi uap air.

FORD merekomendasikan untuk melaksanakan penggantian minyak rem setiap 40.000 Km atau 3 tahun sekali dan menganjurkan untuk mengganti minyak rem setiap melaksanakan penggantian brake pad.

Berikut waktu penggantian minyak rem yang direkomendasikan beberapa pabrikan kendaraan beroda empat :


  • Acura: 36 Bulan
  • Audi: 24 Bulan
  • BMW: 24 Bulan, atau sesuai petunjuk pada  Service Inspection Indicator
  • Honda: 36 Bulan
  • Jaguar: 24 Bulan, kecuali model  2009 XF (36 Bulan)
  • Land Rover: 36 Bulan
  • Lexus: 36 Bulan atau 40.000 Km mana yang tercapai lebih dulu
  • Mercedes-Benz: 24 Bulan
  • Subaru: 30 Bulan atau 40.000 Km
  • Suzuki: 24 Bualan atau 40.000 Km
  • Volkswagen: 24 Bulan (New Beetle, City Gold, City Jetta)
  • Volvo: 24 Bulan


Jika para pengendara kendaraan beroda empat mengikuti rekomendasi penggantian minyak rem yang disarankan oleh pabrikan maka diharapakan dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh minyak rem yang terkontaminasi uap air.
Hal ini juga akan membuat sistem rem lebih abadi dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan mahal untuk melaksanakan perbaikan sistem rem khususnya rem yang sudah dilengkapi dengan ABS.

Memeriksa Kwalitas Minyak Rem


Kondisi minyak rem sulit dianalisa bila hanya mengandalkan penglihatan, kecuali minyak rem sudah benar-benar kotor berwarna kecoklatan.

Ada tiga cara memeriksa kwalitas minyak rem


Menggunakan Optical Refractometer 

Alat ini dapat menawarkan secara terang kandungan uap air di dalam minyak rem. Tetetskan sedikit minyak rem pada alat dan kemudian arahkan pada cahaya yang terang untuk mengetahui kandungan uap air di dalam minyak rem.

Alat pengetesan ini sangat akurat  dan dapat menawarkan berapa persen kandungan air di dalam minyak rem dan titik didih minyak rem.


Menggunakan Acutest Brake fluid Test Strips 

Pengetesan ini menggunakan materi kimia yang berbentuk strip. Warna test strip dapat berubah sesuai dengan  kwalitas minyak rem yang diperiksa.
Acustrip.inc  perusahaan yang memproduksi alat ini mengeluarkan 2 jenis test strip, yaitu mengukur kadar pH pada minyak rem dan mengukur kandungan uap air.

Test strip produksi Phoenix system mengukur kadar tembaga pada minyak rem, bila kadar tembaga berada pada angka 100 berarti kandungan anti karat pada minyak rem masih dalam keadaan baik dan minyak rem belum perlu diganti. Jika kandungan tembaga telah mencapai angka 200 atau lebih zat anti karat pada minyak rem sudah buruk dan minyak rem harus diganti.

Brake fluid tester

Electronic brake fluid tester mengukur temperatur titik didih minyak rem. Pengetesan hanya memakan waktu satu menit dan akibatnya lebih akurat.
Jika titik didih minyak rem sudah sangat rendah maka sangat dianjurkan untuk segera melaksanakan penggantian minyak rem untuk menghindari resiko rem blong alasannya yaitu minyak rem mendidih.


Mengganti Minyak Rem

Saat melaksanakan penggantian minyak rem sangat penting untuk mengikuti spesifikasi yang telah ditentukan  oleh pabrikan kendaraan (DOT 3 atau DOT 4) , tipe minyak rem yang dianjurkan biasanya tertera pada tutup tabung minyak rem atau untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada buku anutan pemilik kendaraan.

Para produsen minyak rem mengatakan bahwa tiap-tiap merk minyak rem memiliki karakteristik yang berbeda-beda, walaupun sama-sama DOT 3 atau DOT 4 bukan berarti setiap merk minyak rem mempunyai toleransi uap air dan santunan terhadap karat yang sama.

Wet boiling point dan dry boiling point setiap merk minyak rem dapat bervariasi tergantung zat aditif yang ditambahkan oleh masing-masing pabrikan minyak rem.

Temperatur dry boiling point minyak rem DOT 3 pada umumnya berada pada rentang nilai yang cukup lebar, berkisar antara 204 hingga 300 derajat celcius . Sedangkan wet boiling point tidak terlalu berbeda secara signifikan , berkisar antara 140 sanmpai 156 derajat celcius.

Setiap minyak rem yang diproduksi memang telah memenuhi standard minimum DOT dan standard pabrikan mobil, namun sudah barang tentu  minyak rem yang mempunyai dry dan boiling point yang lebih tinggi pasti mempunyai ketahanan panas yang lebih baik dan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Pada minyak rem DOT 4, temperatur dry boiling pointnya dikatakan dapat bervariasi tergantung merk minyak rem, berkisar antara 230 hingga 341 derajat celcius.

Dipasaran juga sudah beredar minyak rem DOT 5.1 yang berbahan dasar glycol (berbeda dengan minyak rem DOT 5 yang berbahan dasar silikon) dengan titik didih yang lebih tinggi.
Dry boiling point minyak rem DOT 5.1 mencapai 270 derajat celcius atau lebih tinggi, sedangkan wet boiling pointnya  sekitar 190 derajat celcius.

Beberapa minyak rem untuk keperluan balap telah melebihi dry boiling point minyak rem pada umumnya, namun wet boiling pointnya hanya memenuhi persyaratan untu minyak rem DOT 3 (140 derajat celcius).

Kaprikornus dikala melaksanakan pemeriksaan dan perbaikan sistem rem, pastikan selalu untuk memeriksa kondisi minyak rem dan ketinggian minyak rem pada tabung master cyilinder rem. Jika melaksanakan penambahan atau penggantian minyak rem selalu gunakan minyak rem yang direkomendasikan pabrikan.

Ingat..!! Sangat penting melaksanakan penggantian minyak rem secara teratur sebagai langkah pencegahan terjadinya kecelakaan fatal.