WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Electronic Control Unit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Electronic Control Unit. Tampilkan semua postingan

Prosedur Pemeriksaan Kerusakan ECU secara Visual

Agar dapat menganalisa dan memperbaiki kerusakan  pada sistem kelistrikan mobil, maka kita harus mempunyai pemahaman ihwal kelistrikan dasar yang baik.

Saat ada problem pada sistem kelistrikan ada beberapa pemeriksaan dasar yang biasanya dilakukan, ibarat pemeriksaan kondisi baterai, sistem starter dan sistem pengisian dll.
Kadangkala dilakukan menunjukkan power aksesori dengan menjumper baterai atau menunjukkan ground aksesori untuk mengatasi problem kelistrikan tersebut.

Kita melaksanakan reprogram computer atau mengganti PROM ecu, memeriksa service bulletin untuk mencari kemungkinan penyebab dari kerusakan yang berafiliasi dengan problem kita. Atau bahkan kita membuat kabel gres secara pribadi dari selenoid atau sensor pribadi ke computer, tetapi problem tersebut tetap ada dan DTC kerusakan tetap keluar atau kendaraan berjalan dalam fail safe mode.


Setelah serangkaian pemeriksaan tadi, kecurigaan mulai mengarah pada computer atau ECU, harga  penggantian komputer kendaraan beroda empat  bisa sangat mahal, terlebih untuk kendaraan beroda empat - kendaraan beroda empat keluaran lama selain harganya yang tinggi ketersediaan barangnya juga terkadang sangat langka.

Electronic control unit atau seing disingkat dengan ECU mempunyai bermacam – macam nama atau sebutan, ibarat : Powertrain Control Module( PCM ), Engine Control Module ( ECM ), Transmission Control Module ( TCM ) dan banyak lagi daftar nama Komputer yang digunakan pada mobil

Namun semuanya mempunyai prinsip yang sama yakni sistem kontrol secara komputerisasi yang membutuhkan informasi input dari sensor , kemudian melaksanakan analisa dan selanjutnya menunjukkan sinyal output berdasarkan jadwal yang ada pada komputer tersebut.


Baca Juga : Diagnosa kerusakan ECU Bag 2 : Alat test, Prosedur test dan Identifikasi Komponen



Kita akan memulai pemeriksaan kerusakan ECU dengan melaksanakan pemeriksaan secara visual, dan kemudian dilanjutkan pada pemeriksaan ECU lebih dalam lagi.
Pemeriksaan dasar secara visual akan membantu kita mengidentifikasi kerusakan pada episode dalam ECU, yang dapat membantu memutuskan apakah ECU tersebut benar – benar rusak atau sekedar fault.

Listrik statis

Hati-hati terhadap ancaman listrik statis yang dapat merusak komponen ECU ketika melaksanakan proses perbaikan yang tidak sesuai prosedur.

Hindari untuk menyentuh terminal-terminal ECU secara pribadi dengan tangan, karena akan dapat menghasilkan fenomena listrik statis yang tidak dapat kita rasakan dan akan menjadikan kerusakan ECU.

Lakukanlah pekerjaan pemeriksaan, pembongkaran dan perbaikan ECU pada meja kerja dengan bantalan anti listrik statis dan menggunakan gelang anti listrik statis (Wrist strap).

Pemeriksaan dasar secara visual :

Pemeriksaan episode dalam ECU

Sebelum membongkar ECU, terlebih dahulu goyang – goyangkan ECU dengan perlahan sambil coba dengarkan apakah terdengar bunyi berisik didalam ECU yang mengindikasikan ada komponen didalam ECU yang longgar atau lepas.

Kemudian lepaskan cover ECU, kebanyakan cover ECU dikunci dengan menggunakan sekrup atau baut, beberapa ECU dikunci dengan plat cover ECU yang dibengkokkan sehingga harus diluruskan terlebih dahulu semoga ECU dapat terbuka.

Sangat dianjurkan semoga kita mempunyai beling pembesar dan senter dengan cahaya yang baik semoga dapat melaksanakan pemeriksaan episode dalam ECU dengan teliti.


Saat cover ECU sudah terbuka, perhatikan komponen episode dalam ECU dari tanda – tanda munculnya karat ( tampak deposit berwarna kehijauan atau putih ).

Perhatikan konektor terminal ECU dengan teliti pada kedua sisi yakni pada episode yang tehubung ke wiring harness mesin dan episode yang disolder ke PCB.

Perhatikan solderan timah yang menghubungkan pin konektor ke PCB.

Gambar 1 dan Gambar1a  memperlihatkan transmission control unit Mitsubhisi dimana pada konektornya terdapat korosi berwarna hijau pada area solderan dan pada terminal konektor yang mengindikasikan ECU terkena air.






service  ECU
Gambar 1a


Beberapa tipe ECU, khususnya yang digunakan merk-merk kendaraan beroda empat keluaran terakhir, mengunakan PCB yang ditutupi oleh liquid resin molded pada ketika perakitan.

Untuk  ECU tipe ini akan sulit untuk melaksanakan metode pemeriksaan dengan cara menggoyangkan ECU dan melaksanakan pemeriksaan secara visual. 

Pemeriksaan yang dapat dilakukan hanya dengan mencium harness connector dan memeriksa secara visual terminal dari kemungkinan korosi, terbakar atau overheat.

Kerusakan komponen karena panas

Jika tercium anyir terbakar yang sangat tajam kemungkinan besar ada komponen episode dalam ECU yang terbakar atau overheat. Periksa terminal harness connector dari tanda – tanda overheat atau terbakar. 

Hal ini dapat diakibatkan panas yang timbul akhir koneksi terminal konektor yang longgar, atau circuit ECU dialiri arus listrik yang terlalu besar. Periksa komponen yang terdapat pada PCB dengan teliti.


Jika terlihat  komponen yang  bekas terbakar, pecah, terkelupas , menghitam atau putih keabu – abuan kemungkinan komponen tersebut telah mengalami over heat.

Jika ada kecurigaan komponen tertentu mendapat panas yang berlebihan, coba periksa PCB sekitar terminal konektor apakah memperlihatkan tanda – tanda mengalami overheat. 

Periksa juga episode belakang PCB disekitar titik penyolderan, kalau pada episode itu PCB terlihat berwarna coklat, hitam atau timah solderan atau jalur PCB meleleh kemungkinan komponen mengalami overheat atau rusak.

Gambar 2 menunjukkan resistor yang overheat pada transmission control module honda accord. Kerusakan ini biasanya juga diikuti kebocoran elco yang terjadi pada waktu hampir bersamaan.

service  ECU
Gambar 2 Resistor terbakar



Gambar 3 memperlihatkan transmission control unit Mazda dengan solenoid driver transistor yang terbakar. Bagian belakang dari PCB juga terlihat menghitam akhir terbakar. 

Beberapa jenis transistor dan komponen biasanya ditempelkan ke komponen pelepas panas dengan menggunakan klip atau dibaut, sehingga kita perlu melepas komponen tersebut dari heat sink ( pelepas panas ) semoga dapat melaksanakan pemeriksaan pada seluruh episode komponen.


service  ECU
Gambar 3 Transistor terbakar




Gejala overheat pada beberapa komponen kadang tidak nampak secara jelas, tampilan luar komponen tampak biasa saja, namun pemeriksaan secara teliti pada PCB tempat komponen disolder terlihat tanda – tanda overheat, ibarat terlihat pada damper clutch solenoid pada transmission control unit mitsubishi ( Gambar 4 ).

service  ECU
Gambar 4


service  ECU
Jalur PCB terbakar




Transistor telah mengalami short circuit sehingga solenoid dialiri arus listrik terus menerus. Ini merupakan jenis kerusakan yang sering terjadi pada transmission controller Mitsubishi KM, karena sistem ini menggunakan damper clutch solenoid dengan tahanan 3 ohm, sedangkan transmission controler didesain untuk solenoid dengan tahanan 13 ohm. 

Integrated Circuit atau sering disebut dengan “Chip” merupakan komponen berbentuk persegi panjang dari plastik dan biasanya mempunyai pin terminal atau kaki konektor yang banyak.

Gambar 5 memperlihatkan integrated circuit pada PCB. Periksa hal – hal berikut dengan teliti : jika terlihat retakan, tonjolan atau lubang pada IC itu merupakan tanda – tanda kerusakan IC.


service  ECU
Gambar 5



Jalur sirkuit pada PCB dapat mengalami over heat kalau dialiri arus listrik yang terlalu besar. Jalur sirkuit pada PCB berupa kertas tembaga yang dilekatkan pada permukaan PCB yang terbuat dari fiberglass.


Baca Juga : Diagnosa kerusakan ECU Bag 2 : Alat test, Prosedur test dan Identifikasi Komponen


Gambar 6 memperlihatan jalur sirkuit di PCB yang terbakar dan terangkat pada engine control unit Lucas/Bosch L-Jetronic yang digunakan Rover.

service  ECU
Gambar 6 Jalur PCB terkelupas

ECU yang digunakan pada otomotif  biasanya banyak yang mempunyai lapisan plastik tipis yang tembus pandang dan diaplikasikan pada PCB dan seluruh komponennya. 

Pada beberapa area lapisan tipis ini berwarna agak gelap dan biasanya terdapat gelembung didalamnya. Pada ketika memeriksa sirkuit PCB dan komponen perhatikan juga episode tersebut.

Kebocoran kapasitor

Gambar 7 memperlihatkan electrolytic capacitor, komponen ini dapat diidentifikasi dengan mudah dari permukaan alumunium pada episode atasnya. 

Elco berisi electrolit  yang bersifat korosif, seal yang terdapat pada episode dalam komponen ini dapat rusak dan menyebabkan kebocoran elektrolit dan mengenai PCB.
Perhatikan dengan teliti kondisi PCB disekitar komponen Elco.

service  ECU
Gambar 7 Electrolit Condensor






Gambar 8 memperlihatkan korosi dan kotoran pada PCB di area sekitar kebocoran Elco.
Kerusakan ini merupakan kerusakan yang umum terjadi pada control unit transmission honda accord tahun 1990 -1994, begitu juga pada mitsubishi.

Diagnosa Kerusakan ECU Bagian 1: Melakukan Pemeriksaan Komponen ECU Secara
Gambar 8
Kebocoran Elco


Kerusakan pada titik solder

Kerusakan pada titik solder kadang dapat terjadi pada lokasi penyolderan kaki komponen pada PCB. Kerusakan berupa keretakan yang sangat kecil ini dapat sangat sulit untu dilihat, untuk dapat memeriksa keretakan pada titik solder dapat dengan menggunakan derma beling pembesar dan menggunakan senter yang terang. 

Keretakan dapat terlihat ibarat bulat pada solderan disekitar kaki komponen. Gambar 9 merupakan pemeriksaan menggunakan beling pembesar yang memperlihatkan kerusakan titik solder yang terlihat melingkar.


service  ECU
Gambar 9 Titik solder komponen retak



Walaupun kerusakan ini sulit ditemukan, namun ini jenis kerusakan yang sangat mudah untuk diperbaiki kalau anda mempunyai kemampuan menyolder komponen dengan baik.

Hati – hati ketika menyingkirkan lapisan plastik tipis dari titik solder di PCB , panaskan titik solder dengan menggunakan mata solder yag runcing, dan cairkan sedikit timah solder pada titik solder. 

Walaupun kita tidak yakin terjadi retakan pada titik solder, akan sangat memiliki kegunaan kalau kita melaksanakan penyolderan ulang pada titik solder.

Kerusakan pada PCB

Lakukan pemeriksaan dengan teliti pada PCB dari kemungkinan adanya retakan khususnya pada area mounting screw, clip, dan pada area dengan komponen yang besar dan berat.

Daerah – kawasan tersebut merupakan titik paling sering terjadi kerusakan berupa retakan, khususnya kalau kendaraan beroda empat pernah mengalami kecelakaan atau kendaraan berjalan pada jalan yang rusak. 

Jika terlihat retakan , khususnya pada area jalur sirkuit pada PCB itu merupakan bukti yang cukup terang telah terjadi kerusakan pada ECU.

Komponen yang hilang ( sebetulnya tidak hilang, hanya pada tipe ECU tertentu memang tidak dipasang )

Kadang kita akan melihat tempat kosong pada PCB yang mempunyai tanda untuk pemasangan komponen. Pada baian itu terdapat jalur sirkuit, titik solder dll, kecuali komponennya sendiri yang tidak dipasang. 
Hal ini disebabkan karena memang komponen ini tidak diperlukan untuk aplikasi tertentu. 

Gambar 10 memperlihatkan transmission control unit honda dengan areal kosong pada PCB.


service  ECU
Gambar 10



Baca Juga : Diagnosa kerusakan ECU Bag 2 : Alat test, Prosedur test dan Identifikasi Komponen



# Keep In Learning Because Car Never Stop Rolling...

Prosedur Pemeriksaan Komponen ECU

Pada artikel diagnosa kerusakan ECU episode 1  telah dibahas beberapa metode pemeriksaan secara visual mengenai kerusakan – kerusakan yang sering terjadi pada ecu.

Pada artikel episode kedua ini akan dibahas beberapa prosedur pemeriksaan ecu dengan menggunakan Digital Multi Meter (DMM) yang dilengkapi fungsi testing dioda dan beberapa pemeriksaan tingkat lanjut dengan menggunakan osiloskop.


Metode pengetesan yang dibahas merupakan pemeriksaan  kerusakan komponen yang paling sering terjadi pada ecu sistem transmisi otomatis.



Perhatian :
Jika anda tidak merasa yakin dapat melaksanakan pemeriksaan dan perbaikan ecu atau tidak familiar menggunakan Digital Multi Meter (DMM) dan osiloskop, silahkan hubungi 08131 66 99 232, kami dari dengan senang hati akan membantu anda.

Sebagai materi rujukan ketika melaksanakan perbaikan gunakanlah sumber dari internet dengaan mengetikkan kata kunci “ECM rebuilding,” atau “ECM repair.”


Hal Yang Diperhatikan Sebelum Memulai Pekerjaan Perbaikan ECU.

Ingatlah untuk selalu melaksanakan pemeriksaan dasar. Pada  artikel diagnosa kerusakan ECU episode 1 dijelaskan wacana pemeriksaan dasar secara visual, jadi lakukanlah pemeriksaan tersebut sebelum melanjutkan dengan prosedur berikut. 
Keretakan yang sangat kecil pada titik solder komponen ecu dapat menimbulkan kerusakan intermitent yang sangat membingungkan.

Intinya ialah sebelum anda melaksanakan pembongkaran dan perbaikan ecu , pastikanlah terlebih dahulu sistem dasar kendaraan beroda empat berfungsi dengan baik sebelum kita memvonis bahwa ECU rusak.

Saat melaksanakan perbaikan kerusakan yang spesifik pada ecu sangat diperlukan derma banyak sekali sumber informasi menyerupai wiring diagram mobil, service manual atau diagram pin ecu  untuk mempermudah proses pemeriksaan dan memudahkan menganalisa cara kerja komponen yang terhubung ke ecu, menyerupai :



  • Apakah ini sistem sirkuit selenoid..? apakah selenoid ini dialiri listrik secara terus – menerus.?
  • Apakah rangkaian yang diperiksa rangkaian sensor, berapa tegangan rujukan yang diterima oleh sensor ? apakah tegangan yang diterima sensor terlalu tinggi ?.

Dan yang paling dasar jangan lupa untuk memeriksa tegangan baterai, kondisi terminal nyata dan kabel ground baterai dan kondisi terminal ignition yang harus dialiri listrik ketika kunci kontak ON.



Memeriksa Sirkuit Solenoid Driver 

Mungkin anda pernah mendengar istilah Driver yang sering muncul ketika membahas wacana sistem elektronik otomotif. 

Driver secara sederhana didefinisikan sebagai transistor yang terdapat di dalam ecu yang berfungsi sebagai sakelar untuk memutuskan dan menghubungkan listrik yang mengontrol relay atau selenoid. 



Diagnosa kerusakan ECU Bagian 2 : Memeriksa Kerusakan Komponen ECU dengan al
Gambar 1



Transistor Driver bekerja menyerupai relay, yang menggunakan arus listrik yang kecil untuk mengontrol arus listrik yang besar.

Sirkuit komputer di dalam ecu  tidak bisa untuk dialiri arus listrik  yang besar  secara eksklusif untuk mengontrol kerja  selenoid atau relay. 

Tugas ini dilakukan oleh transistor driver , sirkuit komputer ecu hanya mengontrol kerja dari transistor driver.

Transistor driver merupakan episode dari driver circuit bersama -sama dengan clamping dioda dan resistor penahan arus listrik. 

Komponen – komponen inilah yang lebih mudah rusak sebab dialiri arus listrik  yang cukup besar dan arus listrik yang mengalir ke komponen – komponen tersebut dapat berlebihan bila tahanan sirkuit selenoid terlalu kecil atau selenoid mengalami kekerabatan singkat (korslet).

Saat komponen – komponen ini mengalami kerusakan, maka ecu  dapat mengalirkan arus listrik secara terus menerus ke selenoid atau bahkan tidak  dapat mengalirkan arus listrik sama sekali ke selenoid.

Kerusakan yang umum yang terjadi pada komponen transistor dan dioda ialah terjadi kekerabatan singkat, jarang sekali kerusakan berupa sirkuit terbuka. 

Mari kita bahas prosedur pemeriksaan kerusakan kekerabatan singkat yang terjadi pada komponen – komponen tersebut.


Gambar 1 dan 2 menampilkan sketsa sederhana driver circuit selenoid secara umum. 
Satu sketsa menggambarkan sistem driver yang mengontrol  ground selenoid, sementara sistem yang lainnya bekerja dengan mengontrol  power selenoid.




Diagnosa kerusakan ECU Bagian 2 : Memeriksa Kerusakan Komponen ECU dengan al
Gambar 2




Ecu biasanya mempunyai sebuah clamping dioda atau clamping zener dioda. Perhatikan pada gambar skema, dapat terlihat dengan  terang bahwa jika  terjadi kekerabatan singkat   pada clamping dioda atau driver transistor, sirkuit selenoid akan mengalami kekerabatan singkat ke power atau ground tergantung desain sirkuit yang digunakan dan clamping dioda mana yang rusak.

Kita dapat melaksanakan pemeriksaan singkat driver circuit selenoid pada konektor  ECU tanpa membongkar atau membuka cover ECU.

Gunakan wiring diagram atau pin chart ECU  yang sesuai sehingga dapat melaksanakan identifikasi pin – pin ECU dengan benar.
  • Lepaskan ECU dari mobil
  •  Setel DMM untuk mengukur tahanan pada skala 1 mega ohm atau lebih tinggi.
  • Hubungkan salah satu terminal tester dengan pin yang mengontrol selenoid.
  • Hubungkan terminal tester yang lain  pada pin yang berasal dari terminal nyata baterai.
  • Ukur tahanan masing – masing pin.
  • Ulangi prosedur tersebut dengan teminal DMM  tetap pada pin selenoid, namun sekarang pin yang satu pindahkan ke sisi baterai negatif. Dan ukur tahanan masing –masing pin.


Jika kondisi normal maka DMM akan menunjukkan angka 4000 ohm (4K ohm ) , posisi probe positif dan probe negatif dapat dipertukarkan pada pemeriksaan ini, yang harus diperhatikan dalam prosedur pemeriksaan ini ialah nilai tahanan yang rendah, pada banyak kasus nilainya dibawah 40 ohm. 

Sirkuit driver solenoid shift di dalam ecu mempunyai nilai yang sama, jadi hasil pemeriksaan dari pin solenoid shift yang lain akan menunjukan hasil yang hampir sama.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan nilai tahanan yang rendah dari seharusnya, maka langkah selanjutnya ialah memeriksa kerusakan komponen – komponen di episode dalam ECU . 

Periksa dengan seksama jalur PCB episode belakang mulai dari titik solder pin solenoid hingga berujung ke clamping dioda atau driver transistor.



Penelusuran kemudian diteruskan pada seluruh episode PCB setelah komponen clamping diode atau resistor. Periksa dengan seksama jangan hingga ada episode yang terlewatkan.



Diagnosa kerusakan ECU Bagian 2 : Memeriksa Kerusakan Komponen ECU dengan al
Gambar 3



Gambar 3 memperlihatkan jalur PCB yang terlihat dengan mudah untuk ditelusuri : Penelusuran dimulai dari satu sisi hingga mengarah ke Transistor driver dan clamping diode Zener.

Transistor mempunyai 3 buah kaki. Periksalah tahanan masing-masing terminal transistor tersebut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan hanya dua kaki transistor yang mengalami kekerabatan singkat, kemungkinan besar terjadi kerusakan pada clamping diode. 

Jika ketiga kaki transistor menunjukkan kekerabatan singkat maka kemungkinan kerusakannya pada transistor itu sendiri.  


Langkah selanjutnya ialah melepas komponen yang dicurigai mengalami kerusakan dari PCB untuk diperiksa di “luar sirkuit” dan memastikan bahwa komponen tersebut benar-benar rusak.

Penting : Sebelum melepas komponen dari PCB berilah tanda atau catat terlebih dahulu sehingga ketika pemasangan nanti tidak bingung.

Memeriksa dioda dan transistor diluar PCB

  • Setel DMM pada fungsi  “Diode Test” function.
  • Hubungkan probe DMM pada kaki dioda dan lihat hasil pengukuran.
  • Tukar probe DMM dan baca kembali hasil pengukuran.



Dioda yang dalam kondisi baik akan menunjukkan nilai 0.5 hingga 0.8 volt pada ketika probe negatif ditempatkan pada sisi terminal katoda dioda (ditandai garis pada tubuh dioda) dan ketika probe DMM dibalik maka akan terbaca “OL” atau open circuit.

Dioda yang mengalami kekerabatan singkat akan menunjukkan pembacaan DMM mendekati 0 Volt pada kedua posisi pengukuran.

Berdasarkan prosedur pengukuran tersebut, hal yang hampir sama dapat kita lakukan dalam pemeriksaan Transistor. 

Bipolar transistor nampak menyerupai 2 buah diode yang digabungkan, menyerupai terlihat pada Gambar 4. Terminal Basis transistor merupakan terminal yang berada diantara dua “diode”.(Posisinya tidak harus selalu ditengah).



Diagnosa kerusakan ECU Bagian 2 : Memeriksa Kerusakan Komponen ECU dengan al
Gambar 4




  • Atur DMM pada posisi “Diode"Check” function  dan, 
  • Ukur ketiga terminal transistor dan balik probe DMM pada setiap pengukuran. Hasil pengukuran harus menunjukkan nilai antara  0.5 -0.8 volt atau  “OL” (out of limits).
  • Hal penting yang harus diperhatikan ialah bila ada hasil pengukuran menunjukkan angka Nol tau mendekati Nol artinya transistor mengalami kekerabatan singkat.


Cara memeriksa MCU

Terakhir periksalah tegangan input 5 volt dan kerja dari  MCU (Microcontroller Unit) dengan menggunakan osiloskop. 

MCU merupakan rangkaian IC menyerupai komputer dengan ukuran yang kecil dan merupakan sentra dari ECU. Jika MCU tidak bekerja maka dapat dikatakan keseluruhan ECU juga tidak akan bekerja.

Osiloskop yang diperlukan dalam melaksanakan pengetesan ini ialah osiloskop dengan frekuensi  20 MHz atau lebih tinggi dan probe  40 MHz atau lebih tinggi. Jika probenya dapat disetel pastikan posisinya pada posisi 10x hal ini akan mengurangi beban pada sirkuit.

Berikutnya berikan suplai tegangan ke ECU, hal ini dapat dilakukan denga mencolokkan ECU ke soket ECU di kendaraan beroda empat atau dengan menghubungkan tegangan 12 Volt dari power suplai adaptor eksklusif ke ECU.

Jika menggunakan power suplai adaptor maka pastikan pin tegangan input, pin ke kunci kontak dan pin yang terhubung ke ground terpasang dengan baik. Gunakan derma wiring diagram.


Identifikasi komponen MCU yang terpasang di PCB.

MCU biasanya mempunyai ukuran yang paling besar dibandingkan IC lainnya, dan pasti mempunyai Oscillator Crystal yang terpasang didekatnya. Oscillator crystal mempunyai bentuk menyerupai kaleng logam kecil dengan 2 atau 3 terminal.


Diagnosa kerusakan ECU Bagian 2 : Memeriksa Kerusakan Komponen ECU dengan al
Gambar 5
Gambar 5 menunjukan dua buah contoh Oscillator Crystal Oscillator Crystal biasanya mempunayi nilai frekuensi yang dicetak dibadannya, kebanyakan antara 1 hingga 20 mega hertz .

  • Atur osiloskop pada posisi  0.5 volt /division,DC.
  • Atur Time base 0.5 microseconds/division.
  • Dengan Probe 10x maka akan menampilkan  5 volt pada 1 divisi vertical dan 1 microsecond (1/1,000,000 second)  pada 2 divisi horizontal.
  • Hubungkan ground lead dari probe pada sirkuit ground PCB
  • Hidupkan ECU
  • Dan tempelkan probe pada salah satu Pin Oscillator Crystal (Gambar 6).




Diagnosa kerusakan ECU Bagian 2 : Memeriksa Kerusakan Komponen ECU dengan al
Gambar 6



Jika  Oscillator Crystal MCU bekerja dengan baik, maka akan terlihat bentuk gelombang sinus dengan ketinggian tegangan 4 – 5 volt (Gambar 7).  Ini membuktikan MCU bekerja dengan baik. Oscillator Crystal bekerja dengan frekeunsi 4 MHZ, dan terdapat 4 cycle gelombang didalam 2 divisi horizontal.



Letakkan probe secara acak pada pin MCU, maka anda harus dapat menemukan tegangan 5 volt yang stabil dan tegangan logic 5 volt yang tidak beraturan, pada kebanyakan osiloskop akan tampak menyerupai gelombang kotak yang acak-acakan (Gambar 8).

Diagnosa kerusakan ECU Bagian 2 : Memeriksa Kerusakan Komponen ECU dengan al
Gambar 7


Diagnosa kerusakan ECU Bagian 2 : Memeriksa Kerusakan Komponen ECU dengan al
Gambar 8



Jika anda tidak mempunyai osiloskop, maka sebagai alternatif dapat menggunakan Logic probe. Logic probe juga dapat memeriksa kerja MCU oscillator dan pin-pin MCU. Logic probe produksi dari Radio Shack P/N 22-0303 dapat menjadi pilihan.

Logic probe juga dapat digunakan untuk memeriksa acara data pada diagnostic connector dan data BUS.

Jika hasil pemeriksaan tidak memperlihatkan tegangan 5 volt pada pin-pin MCU maka kemungkinan besar ada problem pada sirkuit pengaturan tegangan input 5 volt.

Beberapa ECU menggunakan sebuah pengatur suplai tegangan input 5 volt  berupa transistor yang pada badannya biasanya tertulis  part number “7805” atau  “78L05” .

Pada salah satu terminal regulator terdapat tegangan 12 volt baterai, 5 volt pada terminal yang lain, dan 0 volt pada sisanya.

Regulator tegangan input 5 volt yang jelek atau ground internal ECU yang jelek dapat menjadikan tegangan input 5 volt menjadi sangat tinggi, juga perhatikan dengan seksama kemungkinan adanya soderan yang retak atau jalur PCB yang terputus.

Sumber tegangan input 5 volt.

Pada beberapa kasus, banyak ECU mendapat suplai tegangan input yang berasal dari modul yang lain menyerupai umumnya  pada kendaraan beroda empat Nissan.


Transmissioan control modul  Nissan mendapat tegangan input 5 volt dari engine control modul. Hal ini berarti  jika ECM mati atau anda menawarkan tegangan ke transmision controller sendiri, maka tidak akan ada tegangan rujukan 5 volt untuk  TPS dan sirkuit sensor suhu transmisi. Controller mempunyai suplai tegangan yang terpisah untuk MCU dan sitem internal computer.





Bersambung pada artikel Diagnosa kerusakan ECU episode 3, yang akan membahas pemeriksaan komponen lanjutan, cara menerima komponen - komponen ECU dan beberapa teladan kerusakan ECU dan perbaikannya..





# Keep In Learning Because Car Never Stop Rolling...





Pedoman Dasar Melakukan Overhaul Transmisi Otomatis

Pada zaman sekarang sangat banyak berita teknik yang tersedia di internet yang dapat digunakan sebagai tumpuan atau panduan dikala melaksanakan perbaikan transmisi otomatis, contohnya situs atra online .

Dengan terbiasa membaca banyak sekali tumpuan lambat laun akan memudahkan untuk mengingat prosedur pembongkaran transmisi.

Langkah 1: Sebelum melaksanakan pembongkaran, baca terlebih dahulu banyak sekali berita mengenai jenis transmisi yang akan dibongkar sebagai referensi.

Buletin pada situs atra online dapat mempermudah pekerjaan alasannya yaitu di sana terdapat prosedur mengenai teknik bongkar pasang pada beberapa tipe transmisi.

Buletin ini juga memperlihatkan penjelasan trouble shooting wacana banyak sekali permasalahan yang umum terjadi pada transmisi tertentu dan juga memperlihatkan keterangan wacana perubahan nomor spare part.

Pabrikan transmisi sering menerbitkan technical bulletin jikalau mereka melaksanakan upgrade beberapa komponen dan solusi banyak sekali macam kerusakan, oleh alasannya yaitu itu biasakanlah mencari technical bulletin yang dikeluarkan oleh pabrikan untuk mempermudah pekerjaan.


Langkah 2 : Sebelum melaksanakan pembongkaran bersihkan seluruh adegan transmisi, termasuk body valve.

Kunci utama biar pekerjaan over haul transmisi otomatis dapat sukses yaitu KEBERSIHAN.

Pada adegan atau area dimana banyak terkumpul kotoran serbuk kopling dan geram-geram logam harus dibersihkan dengan cairan pembersih sebelum meletakkan komponen-komponen tersebut pada kolam pembersih.

Jangan menggunakan lap untuk mengeringkan komponen-komponen adegan dalam transmisi. Karena potongan lap yang kecil dapat menyumbat saluran-saluran selenoid dan filter yang sangat kecil di dalam transmisi dan hal ini dapat menyebabkan dilema yang besar nantinya.

Keringkanlah komponen-komponen transmisi dengan menggunakan tekanan angin kompresor yang tidak mengandung air.
Jika pada dikala mengeringkan menggunakan angin terlihat adanya kontaminasi karat, basuh kembali komponen tersebut dan kemudian semprot kembali, kontaminasi karat tidak akan hilang jikalau hanya ditiup dengan angin.
Bersihkan body valve dengan menggunakan cairan pembersih yang baru.


Jangan merendam body valve di dalam kolam pembersih

Saat proses pembongkaran body valve maka semua pegas-pegas dan valve-valve yang terdapat di dalam body valve harus dilepaskan.

20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis

Gunakan wadah khusus menyerupai gambar di bawah untuk menyimpan komponen-komponen body valve biar komponen-komponen dapat disimpan dengan rapih dan berurutan sehingga akan mempermudah dikala proses perakitan.
20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis

Gambar 1 : Wadah untuk menyimpan kompenen body valve.

Periksa pergerakan valve didalam silinder atau housingnya, terlebih dahulu lumasi valve-valve tersebut dengan menggunakan oli transmisi yang bersih dan perhatikan valve dapat bergerak dengan halus tanpa ada hambatan di dalam silindernya.

Langkah 3:
Periksa kebengkokan pompa oli, body valve dan casing.

Ukur kebengkokan komponen-komponen dengan menggunakan mistar baja dan feeler gauge menyerupai ditunjukkan pada gambar (standard 0.0015”)
20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis

Gambar 2 : Memeriksa kebengkokan pada pompa oli


Langkah 4:
Ratakan permukaan pompa oli, valve body dan casing dengan menggunakan kikir yang halus.

Ada dua metode untuk memperbaiki ketidak rataan atau kebengkokan komponen-komponen transmisi otomatis yaitu dengan menggosok permukaan yang tidak rata tersebut dengan menggunakan kikir atau kerikil gerinda halus.

Metode pertama 

Menggunakan kikir halus menggunakan metode "Dry sanding", gosok adegan yang tidak rata dengan menggunakan kikir halus satu arah (arah maju) dengan tekanan yang ringan. Pola yang terbentuk dengan mernggunakan metode ini akan menyerupai terlihat 'arsiran' atau 'pensil krayon'.

Metode kedua 

Menggunakan kerikil gerinda halus dengan metode "wet sanding". penggunaan kerikil gerinda ini harus menggunakan cairan EPA yang direkomendasikan, metode ini sangat efektif untuk menghilangkan adegan yang tidak rata khususnya pada area lubang baut.
20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis

20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis

Gambar 3 : Meratakan permukaan body valve dengan kikir halus.

Pastikan untuk membersihkan material-material kecil yang tersisa dengan menggunakan brake clean dan angin kompresor.


Langkah 5:
Periksa seluruh celah roda gigi pompa oli.


Ada 3 adegan pompa oli atau rotor yang harus diperiksa.

1.Bagian Slot atau kupingan yang bertautan dengan torque converter
Gantilah jikalau keausan pada adegan tab atau slot melebihi 0.050” atau jikalau terdapat alur keausan pada adegan dalam dari gear.(Gambar 4)

20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis



Gambar 4 : Periksa kondisi gear

2. Seluruh adegan sisi dari gear.
Tidak boleh ada tanda-tanda terjadinya keausan dan partikel logam yang menempel.

Goresan kecil yang masih dapat diperbaiki dengan materi poles masih dapat diterima, namun jikalau gesekan tersebut dapat dirasakan oleh kuku jari maka komponen tersebut sudah tidak dapat dipergunakan lagi.

3. Periksa celah pompa oli.
Celah pompa oli yang umum digunakan yaitu :
0.002” pada diameter luar dan
0.004” antara crescent inner pump gear.
Jika pompa oli dengan celah melebihi nilai di atas masih digunakan dapat menyebabkan tekanan pompa oli menjadi turun dan akan mengganggu fungsi transmisi otomatis.

Langkah 6:
Periksa play end dan gerakan ke samping planet pinion .

Periksa planetary gear sesaat setelah dibongkar, gerakkan pinion gear ke arah atas dan bawah untuk memeriksa play end pinion gear.

Periksa juga tingkat keausan pinion pada bearing dan carrier dengan cara menjatuhkan pinion dari atas, pinion harus dapat bergerak dengan halus.

Periksa dengan teliti pinion yang dilas di dalam carrier, adegan yang dilas ini seringkali mengalami keretakan yang membuat pinion rusak. (gambar 5).

20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis
Gambar 5 : Periksa kondisi Las pada carrier


Langkah 7:
Lumasi seluruh adegan planet assembly

Gunakan cairan pembersih EPA untuk membersihkan planet gear, bearing. Jangan menggunakan air untuk membersihkan komponen-komponen tersebut alasannya yaitu hal ini dapat membuat bearing-bearing menjadi kering dan akan mempersulit pemeriksaan kondisi bearing, setelah dicuci dengan cairan pembersih tiuplah dengan angin dan lumasi dengan oli transmisi yang bersih dikala proses pemasangan.

Langkah 8:

Sebelum proses pemasangan rendamlah semua material gesek didalam oli transmisi otomatis yang bersih selama 15 - 30 menit.


Langkah 9:

Periksa kondisi Steel Plate, jikalau masih layak dapat digunakan kembali, jikalau kondisinya meragukan lebih baik diganti saja, jangan pernah mengampelas komponen ini.

Permintaan transmisi otomatis dengan perpindahan gigi yang halus, telah memicu riset dan pengembangan material kampas kopling selama 15 tahun belakangan ini.
Untuk menerima transmisi otomatis yang lebih halus maka digunakan material kampas kopling yang lebih halus dengan pori-pori yang lebih besar.

Secara teori diketahui penggunaan material kampas kopling dengan materi yang lunak dengan pori-pori yang besar akan bisa menyerap dan mengeluarkan oli transmisi otomatis dalam jumlah yang lebih banyak untuk mempercepat proses pelepasan panas.

Dengan penggunaan material kampas kopling yang lebih lunak ini maka diperlukan steel plate baja yang juga lebih lunak.
Kampas kopling akan cepat rusak jikalau mengalami panas yang berlebihan dan jikalau permukaan steel plate keras dan kasar.

Kondisi steel plate dan pressure clutch harus diperhatikan, jikalau kondisinya masih rata maka keduanya dapat digunakan kembali, namun jikalau ada tanda-tanda keausan dan gosong terbakar lebih baik diganti.


Langkah 10:
Bersihkan dan haluskan permukaan drum kawasan kedudukan band.

Bersihkan dan haluskan permukaan band hingga mengkilap dengan menggunakan ampelas halus (Gambar 6)


20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis
Gambar 6 : Kondisi band sebelum dan sesudah dibersihkan

Periksa kondisi drum dengan seksama, jikalau ada gesekan dan ada keretakan dan kebengkokan, drum harus diganti.


Langkah 11:

Ganti semua seal O-Ring


Langkah 12:
Periksa semua seal O-ring dan komponen-komponen karet pada silindernya biar dapat terpasang dengan pas.

Untuk menghindari kerusakan seal dikala pemasangan maka usahakanlah untuk segera memasang seal o-ring yang anda lepaskan dengan yang baru, lakukan pemasangan ini secara berurutan untuk menghindari kemungkinan salah pasang atau tertukar antar seal.

Lakukanlah proses perakitan mulai dari adegan pompa oli, dan lakukan pemeriksaan sealing ring dari kemungkinan bocor dengan menggunakan tekanan angin kompresor.

Gosok permukaan materi alumunium kawasan kedudukan sealing ring dengan menggunakan scotchbright pad sehingga akan terlihat pola menyerupai arsiran pada bidang alumunium tersebut, biar seal ring lebih infinit maka berikanlah sedikit oli pada permukaaan kedudukan seal ring. (Gambar 7).

Gambar 7 : Bersihkan kawasan kedudukan seal dan O-ring


Langkah 13:
Ganti semua bushing.

Lima tahap melepas dan memasang Bushing :

1. Perhatikan jarak yang paling pendek untuk melepas dan kedudukan bushing pada pompa yang mempunyai pengunci satu arah. Beberapa pump mempunyai pengunci pada adegan belakang bushing dan sebagian lain mempunyai pengunci dibagian depannya.

Perhatikan dengan seksama tipe yang digunakan sebelum melepasnya jikalau tidak maka dapat merusak pompa.

2. Gunakan Palu untuk melepas bushing pada titik pertemuan ujung-ujung bushing biar bushing dapat dilepas dengan satu pukulan.

20 langkah kerja membongkar dan memperbaiki transmisi otomatis
Gambar 8 : Prosedur melepas bushing

3. Bersihkan setiap gesekan atau tonjolan pada kawasan kedudukan bushing biar bushing dapat dipasang dengan mudah dan rata pada dudukannya.

4. Gunakanlah alat press untuk memasang bushing biar tekanan dan posisi pemasangan bushing dapat dikontrol dengan baik, untuk mengurangi resiko kerusakan bushing dan komponen-komponen lainnya.

5. Terakhir, Periksa bahwa bushing sudah terpasang dengan baik tanpa ada kerusakan.


Langkah 14:
Lumasi terlebih dahulu bearing dan thrust washer.

Dengan menggunakan oil can yang berisi oli ATF lumasi seluruh bearing dan thrust washer, gunakan oli ATF yang bersih dari wadah yang juga terjamin kebersihannya.


Langkah 15:
Lumasi Pompa Oli

Semprotkan ATF kedalam Pompa oli dan pada adegan jalur oli yang terdapat di pompa oli.
Ratakan oli ATF dengan menggunakan tangan biar seluruh permukaaan pomp[a oli tertutup lapisan oli. (Gambar 9).

Gambar 9 : Olesi permukaan pompa oli dengan oli transmisi bersih

Teknik ini menjamin pompa oli akan segera bekerja dan mengurangi keluhan terjadinya delay pertautan gigi transmisi alasannya yaitu pompa yang terlambat bekerja.

Kencangkan seluruh baut pompa oli dengan urutan menyilang dan pastikan momen pengencangannya sama dengan menggunakan kunci momen.


Langkah 16 :

Isi torque Converter dengan menggunakan oli ATF


Langkah 17 :
Gunakan Service manual untuk mencari nilai spesifikasi yang sesuai .

Pada tahun 90 an kita cukup sulit untuk menerima buku service manual dari banyak sekali merk mobil, namun di kala internet kini tersedia banyak sekali sumber berita yang dapat dengan mudah kita akses.


Langkah 18 :

Pasang clutch dan band dengan nilai celah yang sesuai standard.


Langkah 19 :
Periksa endplay transmisi

Cara mudah untuk menyetel endplay transmisi :
Ukur dan catat nilai endplay dan celah Clutch pack sebelum melaksanakan pembongkaran. Jika transmisi dapat diperbaiki dengan hanya mengganti sedikit komponen maka kita sudah mempunyai nilai endplay transmisi.

Celah Clutch pack yang gres juga bisa dijadikan tumpuan untuk melaksanakan penyetelan clutch pack yang rusak.


Langkah 20 :
Gunakan Kunci Momen untuk pengencangan tamat pompa oli dan body valve.

Seluruh langkah pembongkaran dan perakitan mulai poin 1 hingga poin 19 akan sia-sia jikalau langkah ke 20 ini diabaikan.

Kencangkan pompa oli dan body valve dengan menggunakan kunci momen. Pertama-tama kencangkan baut-bautnya mulai dari tengah secara merata dengan menggunakan tangan kemudian gunakan kunci momen untuk melaksanakan pengencangan akhir.


Prosedur Perbaikan ECU

Artikel Diagnosa kerusakan ECU episode 3 ini merupakan artikel lanjutan wacana cara mendiagnosa dan melaksanakan perbaikan kerusakan pada  ECU.
Pada bagian 1 dan bagian 2  telah dibahas beberapa metode pemeriksaan dasar secara visual dan pemeriksaan beberapa komponen ECU dengan menggunakan alat  test.
Pada episode 3 ini akan dibahas sedikit mengenai sumber-sumber untuk memperoleh komponen-komponen ECU dan membahas wacana beberapa kerusakan yang sering terjadi pada ECU dan metode perbaikannya.
Skil dasar yang harus dikuasai untuk memperbaiki ECU yaitu kemampuan memeriksa komponen elektronika dan kemampuan menyolder komponen elektronika.
Jika anda belum terlalu mahir untuk menyolder dan melepas solderan komponen elektronika dari PCB, anda dapat berlatih menyolder dengan menggunakan komponen PCB bekas yang sudah tidak terpakai.

Diagnosa kerusakan ECU Bag 3 : Perbaikan Kerusakan Komponen ECU dan Mencari Komponen ECU
Gambar 1

Kapsitor pada PCB,Nilai dan Part Number dari NTE 


Kapasitor
Nilai Kapasitor
Part Number
C-28
220uF 35v
NTE# VHT 220 M 35
C-33
33uF 35v
NTE# VHT 33 M 35
C-32
330uF 10V
NTE# VHT 330 M 16
C-27
4.7uF 50v
NTE# VHT 4.7 M 50
C-5
1uF 50V
NTE# VHT 1 M 50

Berlatihlah menyolder beberapa komponen elektronika ibarat resistor, kapasitor, dll ke PCB, latih juga teknik memotong kaki-kaki komponen dan melepaskan kembali komponen-komponen tersebut dari PCB tanpa merusak jalur tembaga yang ada pada PCB.

Di internet banyak sekali tutorial cara menyolder komponen elektronika yang menunjukkan penjelasan detail disertai dengan gambar dan video  tentang teknik dan alat-alat yang diperlukan untuk menyolder komponen.


Seperti disebutkan pada bagian 1  dan bagian 2, ingatlah selalu untuk melaksanakan perbaikan ECU pada meja kerja dengan anti listrik statis dan menggunakan gelang anti listrik statis yang kabelnya terhubung ke meja kerja.


Jika anda tidak merasa percaya diri untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan ECU anda dapat mengirim ECU anda untuk diperbaiki oleh bengkel seorang andal perbaikan ECU. 

Komponen - Komponen ECU

Beberapa komponen ECU, ibarat resistor, dioda, dan kapasitor dapat anda peroleh dari toko-toko yang menjual komponen elektronika, juga dapat dicari secara online pada banyak sekali web yang menjual komponen elektronika khususnya komponen semikonduktor.

Salah satu situs yang dapat dicoba untuk mencari komponen ECU salah satunya retailer NTE di alamat www.nteinc.com. NTE mempunyai stock komponen elektronika yang beragam  dan mempunyai katalog rujukan online.

Pada halaman home pagenya arahkan cursor pada “online cross reference”, dan pilih “semiconductors, di sana anda dapat memilih nomor part yang sesuai.
NTE juga mempunyai beberapa distributor lokal di beberapa negara, anda dapat mencari distributor-distributor tersebut di website tersebut.


Mengenal Part Number Transistor

Nomor sparepart transistor terkadang sedikit membingungkan, karena keterbatasan daerah nomor spare part yang di cetak pada tubuh transistor terkadang hanya berupa singkatan.

Pada transistor produksi negara Jepang biasanya nomor spare partnya diawali karakter kemudian diikuti oleh angka, ibarat contoh “B1335A”.
Dengan sistem penomoran transistor Jepang tersebut anda harus menambahkan  “2 S” di depan part number yang tercetak di tubuh transistor untuk menerima nomor spare part yang lengkap, jadi nomor spare part yang lengkap adalah “2SB1335A”.

Pada transistor produksi Amerika, sistem penomorannya anda harus tambahkan  “2N” di depan angka yang tercetak pada tubuh transistor untuk menerima nomor spare part komplitnya. (Contoh“2N3904”) . Walaupun ada beberapa sistem penomoran yang berbeda namun biasanya pada transistor produksi Amerika nomor spare part ditulis dengan lengkap pada tubuh transistor.

Dengan memahami nomor spare part komponen akan sangat membantu mempemudah dalam melaksanakan identifikasi dan pembelian komponen yang sesuai dengan kebutuhan.

Komponen dioda juga lebih sulit untuk diidentifikasi karena hanya sedikit yang mempunyai nomor spare part yang tercetak di badannya. Zener diode hanya mempunyai nilai tegangan zener di badannya.

Contoh Kerusakan dan Perbaikan ECU


TCU ( Transmission control Unit)  Honda Accord Tahun 1990-1994

Gejala kerusakan :

Indikator D4 selalu menyala pada ketika kunci kontak ON. Transmisi masuk ke mode fail safe
Gejala lain : Muncul isyarat DTC, perpindahan gigi agak tersendat (catatan : Gejala kadang hanya muncul sementara atau pada kondisi suhu mesin tertentu)


Penyebab :

Kebocoran Kapasitor. Tumpahan elekrolit dari kapasitor memutus jalur PCB  dan menimbulkan pengaturan yang berubah-rubah dan kontroler gagal melaksanakan internal circuit check dan hasilnya menyalakan lampu indikator D4. Kapasitornya sendiri kemungkinan telah mengalami short circuit.

Ada 2 jenis kontroler yang digunakan kendaraan ini, Kontroler dengan OKI yang sering mengalami kerusakan kapasitor bocor. (sticker identifikasi pada episode luar kontroler tertulis OKI)

Untuk melaksanakan perbaikan PCB, maka PCB harus dilepaskan dengan hati-hati dari casingnya.


Catatan :
Pada episode tengah PCB terdapat 3 klip plastik yang mengunci PCB ke casingnya.
Tekan kilp plastik dengan hati-hati pada PCB dengan menggunakan tang lancip dan putar secara perlahan maju dan mundur sambil mengangkat PCB secara perlahan, lakukan hal ini hingga PCB terlepas.
Gambar 1 menunjukkan posisi kapasitor pada PCB. Nilai dan part numbernya juga dapat dilihat pada gambar 1.

Lepaskan solderan kapasitor dan angkat kapsitor dari PCB.
Untuk mempermudah dapat menggunting terlebih dahulu kapasitor dengan menggunakan tang potong, hal ini akan mempermudah melepas solderan dan melepas terminal yang lama.

Cara lain yaitu dengan memanaskan solderan pada kaki komponen di episode belakang PCB dan segera sedot timah yang meleleh dengan alat penyedot timah.

Jika bekas solderan tidak terangkat semua, solder kembali dengan timah yang baru, dan kemudian ulangi prosedur melepaskan solderan.

Hati-hatilah ketika melepaskan komponen dari PCB, jangan menarik paksa komponen dari PCB karena dapat merusak jalur tembaga yang terdapat di PCB apalagi kalau akhir panas yang berlebihan dari alat solder.


Tips :
Untuk mempercepat proses pekerjaan, berilah tanda pada terminal yang akan dilepas dengan menggunakan spidol permanen, sehingga anda tidak perlu terlalu sering membolak-balik PCB untuk melihat terminal berikutnya yang akan dilepas.

Buatlah gambar atau photo PCB sesaat setelah kapasitor diangkat dari PCB semoga nanti tidak mengalami kebingungan ketika akan memasang komponen baru, karena ketika korosi elektrolit pada PCB dibersihkan, tanda-tanda yang tertera pada PCB juga biasanya akan ikut terhapus.


Diagnosa kerusakan ECU Bag 3 : Perbaikan Kerusakan Komponen ECU dan Mencari Komponen ECU
Gambar 2


Gambar 2 menunjukkan kondisi PCB sebelum dan sesudah dibersihkan. Bersihkan secara perlahan seluruh area PCB yang terkena elektrolit dengan menggunakan pisau cutter, sikat kecil dan amplas halus. Jalur tembaga yang terbuka juga harus dibersihkan dan diampelas hingga terlihat mengkilap.

Pastikan anda membersihkan seluruh bekas elektrolit yang terdapat di jalur tembaga PCB tanpa ada yang tersisa, karena kalau tidak sisa elektrolit tersebut akan menyebar kebagian lain dan menimbulkan korosi atau kerusakan pada komponen yang lain.

Setelah membersihkan lapisan  PCB yang rusak, bersihkan area tersebut dengan menggunakan sikat dan electronic cleaner untuk menghilangkan segala kontaminasi dan cairan elektrolit yang menempel, kemudian lapisi jalur tembaga yang terbuka dengan timah untuk mencegah terjadi oksidasi.

Hati hati ketika melapisi jalur tembaga dengan timah, panaskan  jalur tembaga tersebut dengan ujung solder dan perhatikan jangan hingga jalur tembaga bersentuhan dengan jalur yang lain akhir terlalu banyak timah, hal ini akan menimbulkan short circuit.


Diagnosa kerusakan ECU Bag 3 : Perbaikan Kerusakan Komponen ECU dan Mencari Komponen ECU
Gambar 3

Gambar 3 memperlihatkan kapasitor gres  terpasang pada PCB yang sudah diperbaiki dengan jalur tembaga yang dilapisi timah.
Pastikan terminal kapasitor terpasang dengan baik pada kedua sisi PCB. Cairan elektrolit mungkin saja telah merusak tembaga pada sekeliling lubang terminal PCB, sehingga anda perlu menambahkan timah untuk menutup kerusakan jalur yang terputus tersebut.

Kapasitor mempunyai kutub faktual dan kutub negatif, dan harus dipasang dengan arah yang sempurna pada PCB, oleh karena itu sangat disarankan sebelumnya untuk mencatat atau mengambil photo untuk memastikan kapasitor terpasang dengan benar.

Terminal negatif kapasitor biasanya diberi tanda strip pada tubuh komponennya. Sesuai dengan gambar 1 terminal negatif kapasitor dipasang menghadap ke kanan atau berseberangan dari konektor wiring harness.

Jika kapasitor C28 mengalami short circuit maka dapat menimbulkan Resistor R41 terbakar (gambar1).
Resistor R41 dan R42 mempunyai nilai yang sama yaitu 15 ohm 1/4 watt.
Anda dapat membeli komponen ini di toko yang menjual alat-alat elektronika.

Pada rangkaian juga terdapat 2 buah dioda yang dirangkai secara seri dengan Resistor R41 dan R42 . Jika anda mengganti resistor-resistor tadi pastikan juga untuk memeriksa kondisi dioda-dioda tadi.

Pasang kembali PCB yang sudah diperbaiki tadi dan lakukan test drive. Dengan komponen yang tidak terlalu mahal dan waktu kerja yang tidak terlalu lama anda sudah memiliki Transmision control module yang telah di rebuild.

Sekitar 90 % kerusakan kontroler ini dapat diperbaiki dengan prosedur tersebut, namun kalau lebih banyak didominasi komponen dan jalur PCB mengalami kerusakan yang parah maka lebih baik anda mencari penggantinya.

Dengan menggunakan kapasitor gres yang berkualitas kontroler ini akan lebih baik dari kontrol unit baru, karena kapasitor original yang terpasang kualitasnya lebih jelek sehingga mudah mengalami kebocoran. Jika anda membeli kontroler bekas maka lebih baik gantilah kapasitor tersebut dengan yang gres untuk menghindari terjadi problem yang sama.

Transaxle Control Module (TCM)Mitsubishi KM Type 4 

Gejala kerusakan: 

Damper Clutch (TCC) aktif terus menerus.
Damper clutch menerima power suply dari TCU ketika kunci kontak posisi ON.


Penyebab : 

Short circuit pada damper clutch control solenoid driver transistor.
Hal ini biasanya terjadi karena menggunakan damper clutch selenoid dengan tahanan 3 ohm yang seharusnya menggunakan selenoid dengan tahanan 13 ohm.

Akibatnya arus listrik yang mengalir ke transistor menjadi terlalu tinggi dan mengakibatka transistor menjadi panas dan overheat.

Biasanya komponen yang mengalami kerusakan hanya transistor saja, anda dapat memastikan ini dengan memeriksa tahanan antar Pin1 dan Pin 12 wiring harness connector (damper solenoid control dan  ignition B+).

Jika sirkuit dalam kondisi baik maka akan terbaca nilai tahanan  Kilo ohm, kalau terindikasi terjadi shot circuit maka akan menunjukkan angka sekitar 40 0hm.

Buka TCM. Gambar 4 menunjukkan lokasi damper clutch solenoid driver transistor, dan  pressure
control solenoid dropping resistor. Dropping resistor berbentuk keramik blok persegi panjang terpasang pada braket besi.

Identifikasi Kontroler 


Diagnosa kerusakan ECU Bag 3 : Perbaikan Kerusakan Komponen ECU dan Mencari Komponen ECU
Gambar 4

Perhatikan jalur pada PCB TCM (gambar 4)  dan perhatikan terdapat 2 braket daerah kedudukan 2 dropping resistors:



  • Jika kontroler tersebut hanya mempunyai 1 dropping resistor, maka transmisi tersebut menggunakan  damper clutch solenoid dengan nilai tahanan 13 ohm.

  • Jika terdapat 2 dropping resistors, maka transmisi tersebut menggunakan damper clutch solenoid dengan nilai tahanan 13 ohm.
Kontroler dengan 1 dropping resistor akan mengalami kerusakan kalau menggunakan selenoid yang salah.
Hal ini hanya untuk memastikan jenis selenoid yang digunakan, karena terkadang model dan tahun kendaraan tidak secara konsisten menggunakan selenoid tertentu.

Untuk melepaskan PCB maka anda perlu membengkokkan 2 buah tab pemegang dropping resistor pada braketnya.

Lepaskan sekrup pengunci PCB ke casing, dan geser secara perlahan dropping resistor keluar dari braketnya sambil mengangkat PCB keluar.

Lepaskan  damper solenoid driver transistor.
Dengan posisi transistor dilepas dari sirkuit, periksalah tahanan 2 buah resistor yang ada pada driver circuit yaitu Resistor R53 (750 ohms) dan R119 (370 ohms).



Diagnosa kerusakan ECU Bag 3 : Perbaikan Kerusakan Komponen ECU dan Mencari Komponen ECU
Gambar 5


Gantilah transistor dengan part number NTE 378 (gambar 6), dan pastikan transistor terpasang dengan benar. pada PCB biasanya tertulis karakter "E" untuk menunjukan terminal Emitor Transistor.



Diagnosa kerusakan ECU Bag 3 : Perbaikan Kerusakan Komponen ECU dan Mencari Komponen ECU
Gambar 6

Perhatikan episode depan transistor ( sisi daerah nomor spare part dicetak )

Posisi terminal emitor berada di sisi sebelah kanan , sebagai rujukan pada packing transistor ketika dibeli juga diberi tanda terminalnya.

Setelah melaksanakan penyolderan transistor pada PCB, potonglah sisa kaki terminal yang menonjol pada sisi belakang PCB dan rakit kembali kontroler.

Sekarang anda siap melaksanakan test drive untuk memastikan fungsi lock up selenoid bekerja dengan baik, namun alangkah baiknya untuk mengukur tahanan selenoid pada transmission controller harness sebelum dipasang.


Transaxle Control Unit Nissan RE4F02A or RE4F04A

Gejala Kerusakan : 

Line pressure tidak bisa naik


Penyebab : 

Terjadi short circuit pada dioda Line pressure solenoid zener clamping, dan meyebabkan selenoid aktif terus menerus.

Kontroler ini menggunakan  27 volt zener diode dengan daya  3 watts, yang dihubungkan dengan sisi katoda ke Pin 4 (B+ dengan kunci kontak on ) dan anoda ke Pin 1  (line pressure solenoid).

Dioda ini berfungsi untuk membatasi tegangan negatif hingga 15 volt ketika kunci kontak posisi off. Jika dioda ini short circuit maka selenoid akan dialiri tegangan baterai setiap kunci kontak ON.

Untuk memeriksa persoalan ini, ukurlah tahanan antara pin 1 dan pin 4 kontroler, seharusnya terbaca nilai sekitar 10 Kohm, kalau terbaca tahanan yang rendah maka ada 2 kemungkinan :
zener clamping diode short atau peak transistor short.


Diagnosa kerusakan ECU Bag 3 : Perbaikan Kerusakan Komponen ECU dan Mencari Komponen ECU
Gambar 7

Gambar 7 menunjukkan lokasi komponen dari salah satu kontroler ini. Bukalah kontroler dan cari posisi peak transistor, lokasinya bisa bervariasi tergantung versi kontroler yang digunakan, namun salah satu terminalnya menuju eksklusif ke terminal pin 1. Periksalah dengan menggunakan ohm meter.

Dengan mengikuti prosedur pemeriksaan pada episode 2 periksalah peak transistor dari short circuit dengan mengukur tahanan pada PCB diantara ketiga terminalnya dengan kombinasi yang berbeda-beda.

Jika ketiga terminal menunjukkan indikasi short circuit lepaskan transistor untuk kemudian diperiksa diluar PCB.
Jika hanya dua terminal teransistor yang short lepaskan zener clamping diode dan periksa diluar circuit, kemungkinan besar dioda ini mengalami shot circuit.

Dioda akan terukur dengan tahanan yang rendah ketika diperiksa di luar sirkuit (gambar 8) dan kerusakan ini akan terlihat dengan terperinci menggunakan dioda test pada Digital Multi meter.



Diagnosa kerusakan ECU Bag 3 : Perbaikan Kerusakan Komponen ECU dan Mencari Komponen ECU
Gambar 8


Banyak kerusakan yang menyangkut kinerja ECU disebabkan oleh sirkuit kelistrikan pada kendaraan itu sendiri , seperi ground yang buruk, selenoid dengan tahanan yang rendah, terjadi short circuit, tegangan suply rendah, overcharging, under charging.

Kondisi-kondisi tersebut diatas dapat menimbulkan Ecu tidak dapat bekerja atau rusak, oleh karena itu sangat penting untuk memastikan kondisi tersebut diatas sebelum kita menentukan bahwa ECU rusak.