WHAT'S NEW?
Loading...

Membaca Kode Kerusakan Sistem EFI (DTC) Mercedes-Benz Secara Manual 

Jika Lampu Check Engine ketika  mobil sedang hidup itu membuktikan telah terjadi kerusakan yang terekam oleh sistem kontrol mesin.

ECU akan menyalakan lampu indikator check engine di dashboard dan menyimpan kode kerusakan atau DTC didalam memori ECU.


Kode DTC tersebut dapat dibaca dengan menggunakan alat scanner atau pada beberapa kendaraan beroda empat  dapat dibaca secara manual


Cara Membaca Kode Kerusakan ECU (DTC) Mercedes-Benz Secara Manual


MERCEDES-BENZ

Model :
  • C180/ 200/ 200K/220/230/230K / 280 (202)
  • E200/220/280/320 (1 24) E200/230/280/320 (21 0)
  • S280/320 (140), SLK 200(170), SL280 (129)


Year :
  • 1993-98


Engine code :
  • 104.941 / 942 / 943 / 944 / 945 / 991 / 992 / 994 / 995,
  • 111.920 / 921, 111.940 / 941 / 942 /944 /945 / 946, 111.960 / 961, 111.970 / 974 / 975

System :
  • Bosch HFM 
  • Bosch HFM-SF1 
  • Siemens PMS


Trouble codes :
  • Two-digit flash type

Lokasi Data Link Connector (DLC)



Cara Membaca Kode Kerusakan ECU (DTC) Mercedes-Benz Secara Manual



Cara Membaca Kode Kerusakan ECU (DTC) Mercedes-Benz Secara Manual



Cara Membaca Kode Kerusakan ECU (DTC) Mercedes-Benz Secara Manual

Cara membaca  kode DTC 


  • Putar Kunci Kontak OFF
  • Jumper Terminal 1 dan 4 atau 1 dan 8 dengan kontak switch type Normally open (1 atau 2)

Cara Membaca Kode Kerusakan ECU (DTC) Mercedes-Benz Secara Manual

Cara Membaca Kode Kerusakan ECU (DTC) Mercedes-Benz Secara Manual

  • Hubungkan Test lamp LED antara terminal 3 dan 4 atau 8 dan 16 (1 atau 2)
Catatan : Hubungkan Terminal positive Test lamp LED ke terminal 3 atau 16
  • Putar Kuni kontak ON
  • Operasikan kontak switch selama  2 – 4 detik
  • Hitung kedipan Tes lamp LED. Catat Kode DTC dan lihat pada tabel arahan DTC
Cara Membaca Kode Kerusakan ECU (DTC) Mercedes-Benz Secara Manual

  • Pada Contoh ditampilkan Kode DTC 3 (3)
  • Ulangi prosedur pemeriksaan. Catat Kode DTC. Lihat Tabel Kode DTC
  • Putar Kunci Kontak OFF


Cara menghapus arahan  DTC


  • Putar Kunci Kontak OFF
  • Jumper Terminal 1 dan 4 atau 1 dan 8 dengan kontak switch type Normally open (1 atau 2)
  • Hubungkan Test lamp LED antara terminal 3 dan 4 atau 8 dan 16 (1 atau 2)
Catatan : Hubungkan Terminal positive Test lamp LED ke terminal 3 atau 16
  • Putar Kuni kontak ON
  • Operasikan kontak switch selama  2 – 4 detik
  • Operasikan kontak switch selama  5 – 6 detik- BOSCH ECM -08/93
  • Lampu LED menampilkan Kode DTC
  • Operasikan kontak switch selama  6 – 8 detik
  • Operasikan kontak switch selama  8 – 9 detik- BOSCH ECM -08/93
  • Ulangi prosedur untuk menghapus semua arahan DTC yang tersimpan
  • Setelah menghapus Kode DTC 1 : Putar kunci kontak OFF
  • Tunggu 2 Detik
  • Putar Kunci Kontak ON
  • Tunggu 10 detik
  • Hidupkan Mesin

Daftar Kode Kerusakan (DTC) dan kemungkinan penyebab kerusakan

1 = No fault found


2 = Engine coolant temperature (ECT) sensor - electrical fault

Wiring, connector, ECT sensor, ECM


3 = Intake air temperature (IAT) sensor - electrical fault
Wiring, connector, IAT sensor, ECM


4 = Bosch HFM: Mass air flow (MAF) sensor - range/performance problem
Wiring, connector, intake leak, MAF sensor, ECM


4 = Siemens PMS: Manifold absolute pressure (MAP) sensor - vacuum leak
Hoses, ECM


5 = Idle speed control (ISC) actuator - malfunction
Wiring, connector, ISC actuator


6 = Throttle position (TP) sensor –rangelperformance problem
Wiring, connector, TP sensor, ECM


7 = Idle speed control (1%) actuator - malfunction
Wiring, connector, ISC actuator, ECM


8 = Idle speed control (ISC) - malfunction
Wiring, connector, intake leak, MAF sensor, throttlevalve tighff sticking


9 = Heated oxygen sensor (H02S) 1 - range/performance problem
Wiring, connector, H02S


10 = Heated oxygen sensor (H02S) 2 - range/performance
Wiring, connector, H02S problem


11 = Oxygen sensor heater 1 - electrical fault
Wiring, connector, H02S, ECM


12 = Oxygen sensor heater 2 - electrical fault
Wiring, connector, H02S, ECM


13 = Lambda regulation - system too lean/rich
Wiring, intakelexhaust leak, MAF sensor, fuel pressure, injector(s), ECM


14 = Bosch HFM: Injector 1 - circuit malfunction
Wiring, injector, ECM

14 = Siemens PMS: Injector 1 & 4 - circuit malfunction
Wiring, injector, ECM


15 = Bosch HFM: Injector 2 - circuit malfunction
Wiring, injector, ECM


15 = Siemens PMS: lnjector 2 & 3 - circuit malfunction
Wiring, injector, ECM


16 = Injector 3 - circuit malfunction
Wiring, injector, ECM


17 = Injector 4 - circuit malfunction
Wiring, injector, ECM


18 = Injector 5 - circuit malfunction
Wiring, injector, ECM


19 = Injector 6 - circuit malfunction
Wiring, injector, ECM


20 = Bosch HFM: Fuel trim (FT), idle speed - Range / performance probtem
Intakelexhaust teak, injector@), fuel pressure, H02S, ECM

20 = Siemens PMS: Fuel trim (FT) – range / perfomance problem
lntake/exhaust leak, injector, fuel pressure H02S, EVAP system, ECM


21 = 111: Ignition amplifierlignition coil, cylinder 1 8 4 - defective
Wiring, ignition amplifier, ignition coil, ECM


21 = 104: Ignition amplifierlignition coil, cylinder 1 and  6 - defect
Wiring, ignition amplifier, ignition coil, ECM


22 = Bosch HFM: Ignition amplifier/lignition coil, cylinder 1 - defective
Wiring, ignition amplifier, ignition coil, ECM


22 = Siemens PMS: Ignition amplifierlignition coil, cylinder 2 and 3 - defective
Wiring, ignition amplifier, ignition coil, ECM


22 = 104: Ignition amplifierlignition coil, cylinder 2 dan 5 - defective
Wiring, ignition amplifier, ignition coil, ECM


23 = 111: Ignition amplifier ignition coil, cylinder 2 and 3- defective
Wiring, ignition amplifier, ignition coil, ECM

23 = 104: Ignition amplifierlignition coil, cylinder 3 and 4 - defective
Wiring, ignition amplifier, ignition coil, ECM


24 = Crankshaft position (CKP) sensor - malfunction
Wiring, air gap, flywheel ring gear damaged, CKP sensor

25 = Camshaft position (CMP) sensor - incorrect signal
Wiring, CMP sensor

26 = Engine control module (ECM) coding plug - electrical fault
Wiring, ECM

27 = Engine control module (ECM), RPM signal - output
Wiring, RPM sensor, ECM

28 = ABS control module/engine control module (ECM) communication - signal
Wiring, VSS, ABS control module trouble code stored


29(2) = Intake manifold heater relav - malfunction
Wiring, intake manifold heater relay, ECM

30 = Fuel pump relay - defective
Wiring, fuel pump relay


31 = Without cat: CO adjustment resistor - malfunction
Wiring, CO adjustment resistor, ECM


32 = Knock sensor(s) (KS) - defective
Wiring, KS


33 = Ignition timing, knocking - maximum retardation reached
Fuel contamination, mechanical fault


34 = Engine control module (ECM), knock control - internal fault
ECM


35 = Secondary air injection (AIR) pump relay - malfunction
Wiring, AIR pumplrelay, ECM


36 = Evaporative emission (EVAP) canister purge valve - electrical fault
Wiring, EVAP canister purge valve, hose@), ECM


37 = Transmission shift control valve - electrical fault
Wiring, transmission shift control valve


38 = Camshaft position (CMP) actuator - malfunction
Wiring, mechanical fault, CMPactuator, ECM


39 = Exhaust gas recirculation (EGR) solenoid - malfunction
Wiring, EGR solenoid, hose(s)


40 = Transmission overload protection switch - malfunction
Wiring, transmission overload protection switch


41 = CAN data bus, ECM - malfunction
Wiring, ECM


42 = 111: CAN data bus, diagnostic module - malfunction
Wiring


42 = 104: CAN data bus - malfunction
Wiring


43 = Engine control module (ECM), pin 50 - starter signal
Wiring


45 = With cruise control system: Cruise control, inertia fuel shut-off (IFS) switch - active
Wiring, TP sensor, idle speed control (ISC) actuator


46 = Intake manifold air control solenoid - malfunction
Wiring, intake manifold air control solenoid, ECM


48 = Oxygen sensor heater relay 2 - electrical fault
Wiring, oxygen sensor heater relay, ECM


49 = Engine control module (ECM) - supply voltage
Wiring, ignition switch, overvoltage protection relay


50 = Engine control module (ECM) - internal fault
ECM




Suara Mesin Berisik Karena Mekanikal

Mesin terdiri dari banyak episode yang terbuat dari logam, yang masing-masing episode bekerja dengan cara  bergeser atau berputar.
Bagian-bagian mesin yang bergerak bergeser atau dengan berputar pasti selalu memiliki celah.

Penyebab Suara Mesin Berisik dan Tidak Normal
Penyebab Suara Mesin Berisik dan Tidak Normal

Jika celah antar episode mesin ini bertambah besar melebihi spesifikasi, maka mesin akan menghasilkan bunyi berisik yang cukup mengganggu.

Karakteristik bunyi mesin berisik karena keausan komponen internal mesin 

1. Beberapa kondisi terjadinya bunyi mesin berisik


  • Suara mesin terdengar berisik semakin kencang dikala temperatur rendah.
  • Suara mesin berisik terdengar dikala menggunakan oli yang tingkat kekentalannya tidak sesuai.
  • Saat tekanan hidrolis rendah bunyi b erisik semakin kencang. 
  • Suara mesin semakin berisik dikala akselerasi. 
  • Ketika beban berat, bunyi terdengar kencang.


2. Jenis-jenis suara mesin

  • Suara geseran: suaranya ibarat benda yang saling bergesekan.
  • Suara ketukan: bunyi yang dihasilkan serupa  ketukan.
  • Suara lainnya: Umunya tidak terang dan bunyi yang komplikasi


Suara Mesin berisik hanya pada dikala Idling


PERKIRAAN PENYEBAB
AREA PEMERIKSAAN
Bearing water pump
Periksa bodi water pump dengan menggunakan sound scope.
Bunyi perapat oli
Isi oli mesin dari luar perapat oli atau semprotkan anti-squeaking agent pada permukaan.
Bunyi menjadi lebih kecil atau hilang.
Gerak ke arah dorong camshaft.
Periksa penutup timing case dengan menggunakan sound scope.
Bunyi menjadi lebih keras dikala mesin dipanaskan.
Setelah idling, bunyi menjadi lebih kecil atau hilang dikala putaran mesin lebih tinggi dari idle speed.
Keausan alas camshaft
Periksa alas camshaft dengan meletakkan sound scope pada tutup alas camshaft.
Bunyi menjadi lebih kecil karena putaran mesin menjadi tinggi.
Kontak yang buruk antara valve dan valve seat.
Setel celah katup.
Periksa kontak antara valve dan dudukannya dengan meletakkan sound scope bersahabat dengan kepala silinder.
Indikator vacuum gauge bergerak sebagian besar.
Gerak ke arah dorong crankshaft.
Periksa dengan menekan pedal kopling.
Saat bunyi berhenti, gerakan besar.
Saat menekan pedal kopling, crankshaft tertekan ke depan. Akibatnya, gerak dorong hilang dan bunyi berhenti.
Air intake
Periksa intake manifold, persambungan pembersih udara, dll.
Sumbat posisi yang diperkirakan bahwa udara terhisap dengan menggunakan oli mesin, gemuk, kain, dll.

Suara mesin berisik hanya pada putaran tertentu saja


PERKIRAAN PENYEBAB
AREA PEMERIKSAAN
Fan Belt slip
Bunyi dapat terdengar dikala akselerasi mendadak setelah idling dilakukan.
Setel tegangan belt ke nilai spesifikasi.
Periksa belt terhadap adanya keausan, keretakan, atau noda oli.
Bunyi kontak alas atau sikat ke alternator
Lepas belt, dan periksa bunyi sambil merotasi puli dengan tangan.
Piston side knock
Saat mesin dingin, side knock keras, namun, dikala temperatur naik, bunyi berkurang, atau berhenti.
Untuk piston berlogam campuran aluminium, ekspansi lebih besar daripada silinder. Sehingga, celah piston menjadi kecil dan side knock juga menjadi kecil.
Saat busi tidak menyala, bunyi berubah dan umumnya, menjadi lebih kecil.
Connecting rod bearing knock
Bunyi yang keras dari dasar mesin terdengar dikala mengakselerasi setelah mesin dihangatkan, atau segera setelah akselerasi.
Saat putaran mesin berada di dalam rentang dimana bunyi dihasilkan, bila busi tidak menyala, bunyi berubah, umumnya menghilang.
Crankshaft bearing knock
Bunyi yang keras dari dasar mesin terdengar dikala mengakselerasi setelah mesin dihangatkan, atau segera setelah akselerasi.
Meskipun dikala busi tidak menyala, bunyi berubah sedikit.
Bunyi crankshaft bearing knock lebih rendah dan lebih membosankan dibandingkan dengan pada connecting rod bearing knock.
Piston pin knock
Piston pin knock menjadi semakin keras dikala temperatur mesin naik.
Piston pin knock berbunyi lebih solid daripada piston knock.
Kipas pendingin tidak dipusatkan
Periksa kipas terhadap adanya kebengkokkan, penggantian yang buruk, atau menggulung.
Baut fly-wheel dikendorkan
Bunyi menjadi semakin keras dikala diakselerasi secara mendadak
Bunyi menjadi semakin kecil atau hilang dikala menakan pedal kopling sepenuhnya.
Bunyi yang serupa dengan crankshaft bearing knock dapat terdengar agak solid.






Suara mesin pada putaran yang bervariasi


PERKIRAAN PENYEBAB
AREA PEMERIKSAAN
Naiknya celah katup dan kegagalan kontak
Setel celah katup.
Bunyi katup yang menempel
Periksa bunyi dengan meletakkan sound scope pada katup.
Semprotkan oli mesin atau anti-squeaking agent, bunyi menjadi semakin kecil atau menghilang.
Kebocoran gas buang
Periksa dengan meletakkan kain basah, dll. pada sistem buang hingga blok.
Bunyi menjadi semakin keras dikala putaran mesin naik secara mendadak.
Kebocoran gas kompresi
Periksa dengan membuat busi tidak menyala
Bunyi menjadi semakin kecil atau menghilang dikala busi tidak menyala.
Bila ada kebocoran, oli tersembur keluar.
Bila gasket rusak, gas pembakaran masuk ke dalam sistem pendinginan. Akibatnya, gelembung-gelembung dapat dibangkitkan pada episode atas radiator.




Suara mesin berisik karena pembakaran yang tidak normal


1.Bunyi knocking

Ketika kecepatan kendaraan dinaikkan, bunyi knocking (baca: ngelitik) tinggi terdengar.
Piston dan katup akan terpengaruh dan mesin mampu rusak.

Penyebab utamanya

1.Kualitas materi bakar rendah
Angka oktan materi bakar lebih rendah daripada seharusnya.

2.Timing pengapian terlalu maju
Bila timing pengapian terlalu maju, pembakaran akan terjadi seketika. Akibatnya, terjadi knocking.

3. Kerusakan pada busi atau menggunakan busi yang tidak sesuai spesifikasi.
Busi terlalu panas dan menyebabkan pengapian prematur.
Temperatur yang tepat untuk spark plug yaitu kurang lebih 450 hingga 950 derajat Celsius, yakni temperatur self-cleaning

4.Terjadi penumpukan karbon di ruang bakar.
Karbon menumpuk di ruang bakar akan menyulitkan panas keluar, sehingga temperatur mesin menjadi terlalu panas
Bagian yang panas akan menjadi titik panas dan menyebabkan pengapian prematur.

5.Rasio campuran udara-bahan bakar kurus
Jika rasio campuran udara dan materi bakar terlalu kecil, mesin akan mengeluarkan bunyi ketukan pada kecepatan tinggi atau jikalau sedang mengangkut beban berat.

6. Beban kendaraan terlalu berat 
Jika beban mesin berlebihan, bunyi ketukan akan mudah terjadi.

PETUNJUK:

Jika kendaraan terus dijalankan selagi bunyi ketukan tersebut terdengar, malfungsi yang dijelaskan berikut ini akan terjadi

  • Panas berlebihan
  • Kerusakan logam karena panas berlebihan
  • Konsumsi materi bakar meningkat karena efisiensi panas berkurang.
  • Busi, piston dan valve meleleh
  • Gasket cylinder head patah.

2. Run-on (dieseling)

Run-on yaitu gejala yang menyampaikan terjadinya pembakaran secara spontan.  Gejala ini muncul bila  bahan bakar tersedot oleh momen inersia dari crankshaft atau flywheel, busi yang panas berlebihan lantas memperabukan gas yang belum terbakar, serta penumpukan karbon dalam ruang bakar yang menjadi sumber panas, meski dikala itu switch ignition telah di-off-kan.


PETUNJUK:
Pada mesin EFI, ketika switch ignition diputar ke-on, suplai materi bakar dihentikan. Namun gejala Run - On dapat juga terjadi karena beberapa sebab.

Penyebab utama

1. Bahan bakar yang tidak tepat
Temperatur penyalaan sendiri (self-ignition) atau oktan materi bakar terlalu rendah.

2. Temperatur udara intake tinggi
Suhu campuran udara-bahan bakar yang terkompresi lebih tinggi dari temperatur penyalaan sendiri materi bakar itu.

3. Kompresi yang terlalu tinggi (kecepatan tinggi atau membawa beban berat)
Temperatur pembakaran dan temperatur dinding ruang bakar keduanya terlalu tinggi. Bila tekananannya tinggi,  maka temperatur campuran udara dan materi bakar juga akan meninggi.

4.Akumulasi karbon di dalam ruang pembakaran
Karbon yang menumpuk di ruang bakar akan mencegah panas untuk keluar sehingga mesin menjadi terlalu panas.
Bagian yang terlalu panas akan menjadi titik panas..

5. Kerusakan pada busi atau menggunakan busi yang tidak sesuai spesifikasi.
Busi membara sehingga menjadi titik panas.

6.Putaran idle terlalu tinggi
Jumlah udara intake ketika katup throttle tertutup penuh terlalu banyak.

7. Panas berlebihan (overheating)
Temperatur episode dari ruang bakar menjadi tinggi.

8.Timing pengapian terlalu mundur
Jika temperatur maksimum pembakaran turun, tetapi durasi pembakaran menjadi lebih panjang, maka  temperatur gas buang akan meninggi.
Sehingga, temperatur di sekitar exhaust valve naik menjadi sumber panas  hingga terjadi pembakaran spontan.

3. Terjadi Pembakaran "Lanjutan"  (After fire)

Campuran udara dan materi bakar tidak dapat dikeluarkan secara tepat dari ruang bakar. Campuran ini berupa gas yang tidak terbakar, tertahan dalam sistem exhaust dan dapat meledak.

Jika campuran udara dan materi bakar terlalu kaya, dan ignition timing sedikit mundur, maka gejala ini dapat saja terjadi.

Penyebab utamanya

1. Campuran udara materi bakar terlalu kurus

Pembakaran terjadi lebih lambat dan durasinya juga bertambah panjang. Ketika proses pembakaran tidak sempurna, maka akan segera dilanjutkan ke langkah usaha (explosion stroke), lantas langkah pemasukan, maka terjadilah back fire.

2.Timbulnya titik-titik panas

Jika titik-titik panas timbul karena temperatur terlalu tinggi, campuran udara dan materi bakar akan terbakar dikala intake stroke. Campuran ini akan mengalami pembakaran di dalam intake manifold dan menjadikan back fire.

3.Valve timing dan ignition timing tidak sesuai
Jika timing kedua episode ini tidak benar karena kesalahan dalam perbaikan, maka back fire akan terjadi dan mesin tidak dapat dihidupkan.

4. Terjadi pembakaran "balik" (Back fire)

Gejala ini terjadi dari hasil pembakaran campuran udara dan materi bakar.
Hal ini mampu terjadi karena proses pembakaran tetap berlangsung ketika proses pembakaran di dalam silinder justru berjalan lambat, disusul oleh mulai terbukanya intake valve dalam keadaan campuran udara materi bakar yang kurus atau timing pengapian dimundurkan, dll.

Back fire cenderung terjadi bila mesin di-start dikala cuek atau diakselerasi dikala pemanasan mesin.

Penyebab utamanya

1.Campuran udara materi bakar terlalu kurus

Pembakaran terjadi lebih lambat dan durasinya juga bertambah panjang. Ketika proses pembakaran tidak sempurna, maka akan segera dilanjutkan ke langkah usaha (explosion stroke), lantas langkah pemasukan, maka terjadilah back fire.

2. Timbulnya titik-titik panas

Jika titik-titik panas timbul karena temperatur terlalu tinggi, campuran udara dan materi bakar akan terbakar dikala intake stroke. Campuran ini akan mengalami pembakaran di dalam intake manifold dan menjadikan back fire.

3.Valve timing dan ignition timing tidak sesuai

Jika timing kedua episode ini tidak benar karena kesalahan dalam perbaikan, maka back fire akan terjadi dan mesin tidak dapat dihidupkan.


Jumlah oli mesin memang akan berkurang selama mesin bekerja, di dalam mesin oli akan mengalir melalui saluran-salurannya untuk melumasi setiap komponen mesin, kemudian oli akan kembali ke kolam penampungan oli atau Oil pan ( Karter oli ) namun ada sebagian kecil oli yang akan masuk ke  ruang bakar atau masuk ke gas buang tanpa kembali lagi ke oil pan.

Konsumsi Oli Mesin Boros
Sumber gambar :Wiki pedia

Oli yang masuk ke dalam ruang bakar dan gas buang itu kemudian terbakar.

Saluran yang dapat mengurangi jumlah oli

  • Jalur yang dilalui oli ketika melumasi dinding silinder menuju ruang bakar.
  • Jalur yang menuju ruang bakar dari celah antara valve stem dan bushing valve guide
  • Jalur melalui oli yang terbawa oleh blow bay gas, lantas disedot masuk ke dalam ruang bakar bersama gas tersebut.
  • Jalur yang dilalui oli untuk melumasi bearing turbocharger lewat dari sisi kompresor menuju ruang bakar dan dari sisi turbin menuju gas buang.


Penyebab yang menghipnotis jumlah konsumsi oli

  • Jumlah oli yang masuk ke ruang bakar meningkat alasannya yaitu malfungsi mesin.
  • Malfungsi mesin terjadi alasannya yaitu perawatan buruk..
  • Jumlah pemakaian oli berubah tergantung dari kebiasaan pemakaian dan cara mengemudi

Hal yang harus diperhatikan ketika memeriksa jumlah oli mesin


1. Waktu pemeriksaan

Segera setelah mesin dimatikan, oli belum sepenuhnya kembali ke oil pan dari cylinder head, sehingga level oli lebih rendah. Juga ketika mengisi oli. Oli butuh waktu untuk hingga pada oil pan. Hasilnya level oli lebih rendah kalau level-nya  diperiksa segera setelah oli itu dituangkan.



2.Temperatur oli

Saat temperatur oli itu tinggi, oli akan memuai, sehingga level oli menjadi tinggi. Jika temperatur oli rendah alasannya yaitu pemanasan kendaraan beroda empat kurang sempurna, viskositas oli menjadi tinggi dan jumlah oli yang kembali masuk ke dalam oil pan dari cylinder head akan berkurang. Akibatnya level oli menjadi rendah.



3. Tempat pemeriksaan

Bila parkir kendaraan di daerah yang miring maka permukaan oli dalam oil pan juga akan miring dan tidak bisa terukur akurat.

Pengukuran Jumlah Pemakaian Oli

1. Level  permukaan oli pada oil pan akan berbeda tergantung pada kemiringan kendaraan, temperatur oli serta banyaknya oli yang kembali masuk ke oil pan dari cylinder head. Pemeriksaan harus dilakukan dalam kondisi yang sama.

Kondisi pemeriksaan level oli

  • Level permukaan
  • Saat mesin dipanaskan (temperatur air 80 derajat Celsius)
  • Ukur level oli lima menit setelah mesin dimatikan..

2. Periode yang dibutuhkan untuk pengukuran dapat dihitung berdasarkan jarak pemakaian kendaraan selama satu bulan dan  jumlah pemakaian olinya.

3. Ukur oli yang dituangkan secara akurat menggunakan gelas ukur.



PERHATIAN:Pengukuran yang dilakukan pelanggan, biasanya memiliki perbedaan besar dan reliabilitas rendah. Karena itu, konsumsi oli perlu diukur secara akurat. Pengukuran itu dibutuhkan untuk memperlihatkan penilaian apakah  jumlahnya  sesuai atau tidak berdasarkan hasil pengukuran itu.

Penurunan kwalitas Oli dan keausan komponen mesin

Jika oli dan filter oli tidak diganti secara teratur, oli mesin akan turun mutunya. Jika penurunan mutu ini  terjadi, tidak hanya jumlah pemakaian oli yang akan meningkat, tetapi juga akan terjadi peningkatan  pengikisan pada episode dalam mesin. Selanjutnya, jumlah pemakaian olinya juga akan bertambah.


Penurunan mutu oli

Jika oksida, partikel abrasi, jelaga, embun, dan lainnya yang dihasilkan oleh pembakaran bercampur dengan oli, mutu oli akan turun, dan kemurnian dan kemampuan pelumasan bakal turun.

Pada mesin diesel, jelaga bercampur dengan oli, maka viskositas oli akan meningkat, kemampuannya terpangkas, dan oli yang melumasi silinder memburuk. Hasilnya, oli yang masuk ke dalam ruang bakar bertambah.

Dibandingkan mesin bensin, solar lebih banyak mengandung sulfur dan asam yang terdapat pada gas hasil pembakaran.

Karena itu oli mesin diesel akan lebih mudah turun kualitasnya dibanding oli mesin bensin. Jika waktu ganti oli pada mesin diesel disamakan dengan mesin berbahan bakar bensin, erosi mesin akan terjadi jauh lebih cepat dari kondisi normal

Keausan komponen internal mesin

Jika valve stem, bushing valve guide, dan seal oli rusak, maka jumlah oli yang masuk ke dalam ruang bakar akan bertambah. Sehingga, konsumsi oli akan meningkat pula.

1. Kebocoran oli melalui  piston ring

Jika dinding silinder atau piston ring telah aus, maka kemampuannya untuk mengikis oli (yang menempel pada di dinding silinder) akan berkurang. Sehingga jumlah pemakaian oli akan meningkat.

Jika piston ring dan alur ring-nya aus, kemampuan pemompaan ring itu akan meningkat, sehingga oli yang terpompa masuk ke dalam ruang bakar bakal bertambah. Tentu  konsumsi olinya bakal meningkat.

2. Kebocoran oli melalui valve guide

Jika valve stem, bushing valve guide, dan seal oli rusak, maka jumlah oli yang masuk ke dalam ruang bakar akan bertambah. Sehingga, konsumsi oli akan meningkat pula.


Metode Pemeriksaan

1. Pemeriksaan Kebocoran Oli Melalui Piston Ring/Valve Guide


Tujuan pemeriksaan

Jika pembakaran oli menjadikan asap putih yang terlihat pada gas buang,  aturlah rpm mesin untuk merubah volume asap putih guna memeriksa apakah kebocoran oli terjadi melalui piston ring atau valve guide. Juga, bongkar mesin dan periksa kondisi akumulasi karbon yang terjadi.

2. Pemeriksaan gas buang

Menentukan apakah kebocoran oli terjadi melalui piston ring.
Setelah memanaskan mesin, tingkatkan putaran mesin sekitar 2.000 hingga 3.000 rpm untuk memeriksa status dari gas buang.

Kriteria :
  • Asap putih bertambah bila mesin dipacu.
  • Asap putih meningkat kalau rpm mesin meningkat
  • Menentukan apakah kebocoran oli terjadi melalui valve guide.
Setelah memanaskan mesin, biarkan mesin berputar idle selama 5 menit lalu paculah untuk memeriksa status gas buang.

Kriteria penilaian

Asap putih akan keluar selama kurang lebih 30 hingga 60 detik ketika mulai dipacu, namun jumlahnya secara perlahan-lahan menurun.

  

Beberapa hal yang menjadikan peningkatan Pemakaian Oli

1. Kondisi pembebanan

Jika jumlah penumpang dan barang meningkat, beban mesin akan meningkat pula. Pedal gas akan ditekan lebih dalam dari biasanya. Tekanan kompresi dan tekanan pembakaran akan meningkat.

Karena kekuatan yang menekan piston atau getaran menjadi lebih besar, maka piston akan miring di dalam silinder atau berubah bentuk, sehingga pelumasan oli akan memburuk.

Karena suhu silinder dan piston meningkat, oli mesin akan menguap dan menyebabkan peningkatan pemakaian oli.

Pada mesin diesel, jumlah materi bakar yang diinjeksikan meningkat bila beban bertambah. Maka akan dihasilkan jelaga lebih banyak dan mutu oli pun akan turun cepat.

2. Oli bocor ketika pengereman mesin (engine brake) digunakan

Saat menggunakan pengereman mesin, tekanan vakum akan tinggi, sehingga jumlah oli yang masuk ke dalam ruang bakar akan meningkat, dan konsumsi oli pun bertambah.

Ketika pengendaraan di jalan bebas hambatan atau mendaki, kecepatan kendaraan sering diatur dengan melaksanakan akselerasi, sehingga lebih sering melaksanakan pengereman mesin, dan konsumsi oli pun bertambah.

3. Kecepatan mesin tinggi

Pada kecepatan mesin tinggi, piston akan bergerak sangat cepat. Sehingga, piston ring akan kesulitan untuk memercikkan oli pelumas ke episode dalam dinding silinder.

Selain itu, jumlah oli yang dikikis oleh crank shaft juga bertambah, dan suplai oli pun bertambah pula. Hasilnya, jumlah oli yang dikonsumsi pun akan semakin banyak.

4. Untuk kasus kendaraan dengan turbocharger

Jika kendaraan memiliki turbocharger, oli akan mendapatkan temperatur tinggi (sekitar 700 derajat Celsius), sehingga degradasi oli akan lebih cepat.
Terlebih lagi, bila turbocharger mendapatkan beban berat, alhasil konsumsi oli menjadi lebih banyak.

Apakah yang dimaksud dengan rem berdecit itu?


Rem yang berdecit yakni gejala yang ditimbulkan oleh pergesekan antara kanvas rem dan piringan rem, getaran inilah yang kemudian ditransmisikan dalam bentuk bunyi.

Gejala ini dikenal dengan getaran yang timbul dengan sendirinya, tidak sama dengan getaran yang ditimbulkan, menyerupai getaran pada bodi kendaraan, dan menghasilkan getaran yang kembali pada sumbernya. Jika getaran bertambah kuat, energi yang terjadi juga membesar.



Penyebab Bunyi Decit Pada Rem



Timbulnya suara dan cara perambatan bunyi.

  • Bunyi berdecit pada rem mampu dibandingkan dengan gejala melolong, yang dihasilkan melalui proses berikut ini:
  • Bunyi masuk ke microphone dari speaker, dan diperbesar oleh amplifier.
  • Bunyi secara berulang-ulang keluar melalui speaker dan alhasil menjadi suara yang lebih kencang dari suara aslinya.


Jika diterapkan pada rem, prosesnya menjadi menyerupai berikut ini:
Speaker: rotor
Microphone: pad
Level volume amplifier : koefesien gesek pad.
Jarak antara microphone dan speaker adalah: pengurangan bunyi. (efektivitas dari shim)

 

Konstruksi Rem dan Bunyi Berdecit


Dalam kasus getaran yang ditimbulkan sendiri, satu getaran didihasilkan, lantas getaran itu diperbesar, maka getaran itu akan menjadi lebih besar. Begitu amplitudonya  bertambah besar,  untuk menghentikan getaran itu tentu saja diharapkan peredaman yang lebih besar. Dalam konstruksi rem, pad dan rotor terhubung rapat, sehingga sulit untuk meredam getarannya.

Frekuensi yang ditimbulkan

Pada kasus rem yang berdecit, frekuensi yang dibangkitkan bervariasi. Meskipun jikalau decitan rem pada frekuensi tertentu berkurang, decitan rem lainnya akan dibangkitkan pada frekuensi yang berbeda.

Frekuensi berbeda tergantung pada model dan sulit untuk memangkas getaran itu menyerupai getaran umumnya. Efektifitas pengurangan kadang kala muncul, tetapi kadang kala tidak muncul.

Hubungan antara decitan rem dan rem

Decitan rem dibangkitkan oleh tabrakan antara pad dan rotor, sehingga ada korelasi antara koefisien gesek pad dan decitan rem.

Oleh karenanya, pencegahan decitan rem dan peningkatan efektifitas pengereman agak sulit didapat pada ketika yang sama. Kenyataannya, jikalau sejumlah energi dikirim dari rotor ke dalam pad berlangsung efektif, maka decitan rem cenderung muncul.

Kondisi yang cenderung menimbulkan rem berdecit

1. Saat kendaraan ditinggalkan atau ketika rem didinginkan

Decitan rem cenderung muncul dikarenakan meningkatnya koefisien gesek pad rem yang disebabkan oleh oksidasi pada rotor dan permukaan pad, atau daya serap kelembaban pad.


2. Saat rem didinginkan di bawah kondisi temperatur tinggi

Saat temperatur pad lebih besar dari 200 derajat celsius, resin di dalam pad-pad membusuk dan permukaan pad kehilangan abrasivitasnya. Saat temperatur kemudian jatuh, koefisien gesek naik. Akibatnya, decitan rem cenderung muncul.


PETUNJUK:Saat temperatur pad menjadi tinggi, cat pada sisi-sisi samping kadang memutih, membantu menentukan sejarah yang berkaitan dengan panas.


3. Saat jejak massa rotor tidak dapat dilihat

Saat serpihan-serpihan abrasif pada pad menempel pada permukaan rotor, permukaan rotor dimassakan oleh pad-pad. Saat ketidakteraturan permukaan berkurang, koefisien gesek naik. Akibatnya, decitan rem cenderung muncul.


PETUNJUK:
Tes reproduksi decitan rem
  • Laksanakan tes ini dengan mengubah gaya pengutamaan pedal pada jalan menurun.
  • Naikkan temperatur rem dan biarkan selama 30 menit. Lalu laksanakan tes ini.
  • Biarkan rem semalam untuk menurunkan temperatur rem. Lalu laksanakan tes ini.


Metode Pengurangan Decitan Rem

1. Pemeriksaan anti-squeal shim dan pinjaman gemuk

  • Periksa terhadap pengelupasan atau lekukan pada karet di permukaan anti-squeal shim. 
  • Berikan gemuk pada grease pan dan claw anti-squeal shim. 
  • Dengan menggunakan gemuk, prosedur ini menunjukkan daya pelemahan dan merubah kontak antara caliper dan pad.


2. Bagian belakang piston

  • Tekan piston dari adegan belakang caliper sekali. Prosedur ini untuk memperbaiki cungkilan piston, dan kelembutan pergeseran piston untuk membantu supaya stabilitas kontak  pad terjaga.

3. Pemeriksaan dan perbaikan adegan belakang pad

  • Periksa adegan belakang pad terhadap kelengkungan. Bila ditemukan ada lekukan, gerindalah adegan belakangnya.
  • Prosedur ini membantu kontak piston dan caliper claw ke pad-nya.


4. Pengikiran permukaan pad  penerima momen dan pinjaman gemuk

  • Memeriksa contact truck. Jika  pad mengalami kontak tidak merata, kikir permukaannya dengan kertas amplas untuk membetulkannya sehingga posisi pad itu rata mengenai dudukan caliper.
  • Berikan gemuk pada permukaan peserta momen.
  • Prosedur ini membantu mengurangi tabrakan pada permukaan peserta momen dan dapat membuat pad menjadi stabil. 

Pengertian Bahan bakar Boros 

Peningkatan konsumsi materi bakar kerap kali disebabkan oleh kesalahan pemakaian kendaraan serta kondisi lalu lintas, ketimbang malfungsi.
Teknisi perlu secara akurat mengetahui kebiasaan pengguna kendaraan dalam mengemudikan kendaraan itu serta tingkat pemakaian kendaraan tersebut.


Konsumsi Bahan Bakar BOROS




Sejak kapan?

Pemahaman atas relasi antara pemanasan mesin dan pemakaian pendingin udara, perubahan kondisi kendaraan serta malfungsi yang terjadi.

Dibandingkan dengan apa?

Cari tahu perbedaan antara model kendaraan yang dipakai pelanggan untuk membandingkan dengan kendaraan pelanggan, serta lakukan troubleshooting untuk mencari penyebab meningkatnya konsumsi materi bakar.

Bagaimana kendaraan dipakai?

Teknisi perlu melaksanakan troubleshooting penyebab meningkatnya konsumsi materi bakar berdasarkan tingkat pemakaian kendaraan oleh pelanggan.

Bagaimana mengukur pemakaiannya?

Teknisi perlu melaksanakan troubleshooting penyebab kesalahan pengukuran pada pelanggan.


Sejak Kapan?


1.Konsumsi materi bakar yang bervariasi karena musim

Jika pendingin udara digunakan pada trend panas, penggunaan materi bakar akan meningkat. Peningkatannya tergantung pada beban penggunaan pendingin, yang sangat tergantung pada suhu dan kelembaban udara.

Pada trend dingin, konsumsi materi bakar juga akan meningkat karena kecepatan mesin ketika idle akan meningkat dan diharapkan  waktu lebih lama untuk memanaskan mesin dari pada trend panas.

2.Konsumsi materi bakar berubah dari waktu ke waktu

Bunyi ketukan akan terjadi karena gas karbon dalam ruang bakar terakumulasi untuk waktu yang lama. Usaha mengatasi suara ini akan memperlambat pengapian dan meningkatkan pemakaian materi bakar.

Jika waktu pengapian lebih lama 5 derajat, konsumsi materi bakar akan meningkat pula sebanyak kurang lebih 6%. Untuk kendaraan profit yang telah melalui 5000 hingga 10,000 km, konsumsi materi bakar akan menurun 5 hingga 10% karena tabrakan mesin, tabrakan pada drive train, dan materi akan berkurang pula.

3.Perubahan besar pada konsumsi materi bakar

Pemakaian materi bakar telah meningkat jauh dibandingkan tahun lalu. Secara tiba-tiba, konsumsi materi bakar meningkat. Dapat diperkirakan malfungsi telah terjadi pada kendaraan.


Dibandingkan Dengan Apa?


Perbedaan mesin

  • Secara umum, konsumsi materi bakar akan lebih besar jikalau kapasitas mesinnya lebih besar. Penyebab utamanya lantaran pada mesin yang lebih besar, gesekannya meningkat, selain bobot kendarannya yang lebih berat.
  • Konsumsi materi bakar pada penggunaan normal biasanya sama apapun karakteristik mesinnya. Termasuk mesin yang memiliki torsi besar pada putaran rendah, maupun mesin yang menghasilkan  torsi besar pada putaran tinggi.  Rasio gigi untuk mesin yang memiliki torsi besar pada putaran rendah, akan di-set kecil. Untuk kasus ini,  konsumsi materi bakarnya memang dapat dipangkas.
  • Jika mesin dilengkapi dengan turbocharger atau supercharger, pengemudi akan lebih sering menekan pedal akselerator dari seharusnya,  karena reaksi yang lambat ketika mulai bergerak hingga akselerasi.  Akibat penggunaan turbocharger atau supercharger, awal akselerasi akan menjadi lebih cepat dari biasanya. Tentu butuh materi bakar lebih banyak.
PETUNJUK:
Tingkat konsumsi materi bakar minimum.
Tingkat konsumsi materi bakar minimum akan terlihat pada kurva performa mesin yakni ketika katup throttle terbuka penuh.
Tingkat konsumsi ini tidak selalu sama dengan tingkat konsumsi materi bakar pada pemakaian normal.

2.  Perbedaan berat kendaraan.

  • Semakin besar berat kendaraan, konsumsi materi bakar juga akan meningkat. Peningkatan berat kendaraan tidak secara signifikan mensugesti konsumsi materi bakar jikalau kendaraan dikemudikan pada kecepatan tetap dan permukaan rata. 
  • Namun jikalau kendaraan secara berulang sering di-starting , diakselerasi atau dipakai mendaki, berat kendaraan membesar tentu mensugesti konsumsi materi bakar.

3. Perbedaan style  ( aerodinamika )

  • Resistensi udara akan meningkat berbanding terbalik dengan kuadrat kecepatan kendaraan. Karena itu jikalau kendaraan dikendarai pada kecepatan rendah, resistensi ini tidak akan mensugesti konsumsi materi bakar. 
  • Namun jikalau kendaraan dipacu pada kecepatan tinggi, penggunaan materi bakar akan meningkat tajam.


PETUNJUK:
Besarnya resistensi udara akan sebanding dengan perkalian dari nilai Cd (Coefficients of drag) dari penampang episode depan kendaraan.
Dengan kata lain, jikalau nilai Cd terbilang kecil, sementara penampang episode depannya luas, maka resistensi udaranya akan besar juga.
Sebaliknya,  jika kendaraan beroda empat besar memiliki angka Cd kecil, maka resistansi udaranya juga belum tentu kecil. Pendek kata, tidak dapat dikatakan bahwa,  konsumsi materi bakarnya akan menurun.

4. Perbedaan transmisi dan roda gigi

  • Secara umum, jikalau rasio roda gigi kecil, putaran mesin dapat dijaga rendah, dan bukaan katup throttle akan besar untuk bergerak dengan tenaga sama. Hasilnya, kerugian pemompaan dapat dikurangi dan pemakaian materi bakar dapat dipangkas.
  • Bila kendaraan beroda empat transmisi manual (untuk selanjutnya disebut kendaraan beroda empat M/T) dibandingkan dengan kendaraan beroda empat bertransmisi otomatik (selanjutnya disebut kendaraan beroda empat A/T), pada pengendaraan kecepatan rendah, konsumsi materi bakar kendaraan beroda empat A/T lebih besar dibanding kendaraan beroda empat M/Tkarena adanya selip pada torque converter. Sebaliknya,  pada pengendaraan kecepatan tinggi, berkat fungsi lock-up, konsumsi materi bakar kedua kendaraan beroda empat itu menjadi sama.

PETUNJUK:
Kerugian pemompaan
Kerugian pemompaan yaitu resistensi yang terjadi ketika mesin menghisap udara. Saat katup throttle terbuka sedikit, kerugian pemompaannya akan membesar.

5. Perbedaan ban

  • Pemikiran mengapa ban besar lengan berkuasa terhadap konsumsi materi bakar, karena dominan tahanan gelinding selama berjalan  terdapat pada ban. 
  • Tahanan gelinding ban bervareasi tergantung tekanan udara dan tipe ban itu.

6. Perbedaan antara kendaraan yang sebetulnya dengan data katalog.

  • Konsumsi materi bakar yang tercantum pada katalog diukur berdasarkan kondisi spesifik. Karena itu kerapkali kondisi pemakaian berbeda dengan yang dialami oleh pelanggan. 
  • Konsumsi materi bakar mampu meningkat tergantung pada beberapa kondisi, ibarat :kendaraan lebih sering dikendarai pada kecepatan  rendah, lebih sering  berhenti, sering diakselerasi tiba-tiba, dan lainnya.

7. Disebabkan oleh lalu lintas dan lingkungan

  • Suhu dan kelembaban berbeda
  • Kecepatan angin juga mempengaruhi
  • Kecepatan kendaraan juga berubah-ubah tergantung kemiringan jalan, serta gundukan-gundukan yang mungkin ditemui selama kendaraan dijalankan.

8. Disebabkan oleh kendaraan itu sendiri.

  • Berat kendaraan berbeda.
  • Menjaga katup throttle  terbuka konstan tidak mudah dilakukan meski berjalan pada kecepatan konstan.
  • Perubahan dari waktu ke waktu (perubahan tabrakan kendaraan, akumulasi karbon ).



Bagaimana cara pemakaian kendaraan ..?

1. Pemanasan mesin dan jarak tempuh

Pemanasan mesin (warm-up) yang lama, akan membuang materi bakar. Jika temperatur mesin rendah, akan lebih banyak diharapkan materi bakar,  karena putaran idle lebih tinggi akhir kerja fast idling. Berdasarkan fakta ini, jikalau jarak tempuhnya pendek, maka rasio waktu jalan ketika mesin hambar meningkat sehingga konsumsi materi bakar juga akan meningkat.


PETUNJUK:
Untuk memperbaiki konsumsi materi bakar, kurangi waktu pemanasan mesin sebanyak mungkin. Sekalipun sedang trend dingin, hentikan pemanasan jikalau indikator temperatur mulai bergerak (temperatur air 40 hingga 50 derajat celcius)

2. Kondisi muatan dan jumlah penumpang

Jika beban dan penumpang bertambah, maka  berat kendaraan akan meningkat pula, dan konsumsi materi bakar pun bertambah.

3. Penggunanaan air conditioner (AC)

Jika kompresor AC bekerja, maka tenaga mesin terpakai,  sehingga konsumsi materi bakar bertambah. Tingkat kerja  kompresor akan meningkat bila temperatur dan kelembaban udaranya semakin tinggi.

Jumlah udara yang ditiupkan akan berkurang bila kecepatan kendaraan beroda empat rendah, sehingga performa pendinginan pada AC memburuk. Sebagai akibatnya, beban yang diberikan ke mesin akan meningkat.

Itulah sebabnya ketika kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas pada temperatur tinggi, konsumsi materi bakar meningkat  20 hingga 30 %.

4. Beban elektris

Beban kerja alternator meningkat seiring dengan peningkatan jumlah pemakaian listrik, sehingga konsumsi materi bakar pun meningkat.

5.Berjalan di dalam kota dan jalan macet

Berjalan dengan kondisi ibarat itu, tentu akan menambah konsumsi materi bakar. Karena kendaraan beroda empat lebih sering berjalan pelan,  lebih lama berhenti,  juga lebih sering melaksanakan akselerasi dan deselerasi.

Jika jalan itu terkadang macet, maka kendaraan beroda empat akan lebih sering diakselerasi dan deselerasi, sehingga konsumsi materi bakar akan lebih boros dibanding dengan jalan yang masih memungkinkan kendaraan beroda empat melaju pada kecepatan rendah sekali.

Kecepatan rata-rata kendaraan

Kecepatan rata-rata kendaraan dapat dihitung dengan mudah melalui jarak tempuh dan waktu tempuhnya.

Namun jikalau kendaraan telah menempuh jarak jauh, baik melalui kemacetan atau lalu lintas lancar, kecepatan kendaraan perlu diperhitungkan tersendiri untuk masing-masing kondisi dengan memisahkan beberapa blok.
 Dalam hal ini perlu dipisahkan rasio antara  kecepatan rendah dan kecepatan tinggi jarak tempuhnya.

Waktu henti kendaraan

Tiap kali kendaraan berhenti, materi bakar terpakai, sekalipun jarak tempuhnya 0 km. Sehingga efisiensi materi bakarnya menjadi 0 km/liter.  Jika waktu henti menjadi lebih lama, maka  efisiensi materi bakarnya akan memburuk.

6. Berjalan pada jalur bebas hambatan

Pada jalan bebas hambatan, ketika kendaraan beroda empat berjalan pada kecepatan konstan, terkadang konsumsi materi bakarnya bertambah. Namun ketika kecepatannya dinaikkan,  konsumsi materi bakarnya juga bertambah.

Secara umum, jikalau kecepatan diturunkan dari 100 km/jam menjadi 80 km/jam, maka konsumsi materi bakar akan menurun sebesar 10 hingga 30 persen.

7. Starting dan akselerasi

Start cepat (fast start) atau akselerasi mendadak membutuhkan lebih banyak materi bakar dibanding  penggunaan biasa untuk jarak tempuh dan kecepatan sama.

Secara umum, fast start atau akselerasi mendadak membutuhkan materi bakar yang sama dengan jalan berlari sekitar 100m. Untuk mengurangi konsumsi materi bakar, jaga jarak antar kendaraan lain dan kecepatan konstan.

8. Pengoperasian yang boros akselerasi

Balap atau mengocok pedal gas membutuhkan  bahan bakar sama dengan jumlah yang dibutuhkan untuk berjalan sekitar 50 meter.

9. Pengoperasian tuas pemindah gigi (shift)

Secara umum, kecuali bila kondisi pengendaraannya memburuk, misalnya terjadi  knocking, menggunakan gigi tinggi dan membuat mesin berputar serendah mungkin akan mengurangi konsumsi materi bakar.

Bagaimana Pengukurannya?

Banyak pemakai kendaraan mengukur konsumsi materi bakar dengan mengisi penuh tangki materi bakar. Namun penghitungan sedemikian mampu menghasilkan banyak kesimpulan. Teknisi perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Metode dan perbedaan pengisian materi bakar.

  • Ketika materi bakar diisi segera setelah kendaraan dijalankan, jumlah materi bakar yang diisi harus sama dengan jumlah sebelum dijalankan. 
  • Meskipun demikian, karena kemiringan kendaraan, orang yang mengisi, kecepatan pengisian dan lainnya kerap kali tidak sama. Sehingga jumlah materi bakar yang masuk sering berbeda. Akibatnya hasil penghitungan pemakaian materi bakar kerap kali berbeda


2. Waktu dan perbedaan pengisian materi bakar

  • Bila materi bakar yang diisikan hanya terpakai sedikit saja, maka jarak tempuhnya juga pendek. Sehingga konsumsi materi bakar pada kondisi ini dapat dikalkulasikan dengan baik. 
  • Sebaliknya, bila materi bakar itu diisikan ketika tangki hampir kosong, maka jarak tempuhnya sudah panjang dan kendaraan telah mengalami banyak sekali pola pengendaraan. Maka hasil penghitungan pemakaian materi bakar  merupakan rata-rata dari keseluruhan hasil yang didapatkan


3. Point penting yang perlu diingat dalam pengukuran

Untuk menghitung konsumsi materi bakar secara akurat , lakukan uji jalan berdasarkan pada pertanyaan diagnostik, menggunakan alat pengukur konsumsi materi bakar dan  hand held tester , serta catat tampilan data konsumsi materi bakar yang berubah  pada  kondisi  jalan dan metode pengendaraan yang berbeda



Poin-poin untuk pengukuran dan rujukan tertentu
Penyebab naiknya konsumsi materi bakar
Contoh metode pemeriksaan
Bagaimana mencari data
Kondisi jalan
Berkendara pada banyak sekali macam jenis jalan dan buat pelanggan memahami perbedaan dalam konsumsi materi bakar. Pada ketika yang sama, beritahu pelanggan kondisi jalan dimana ia berkendara.
Perbandingan antara jalan yang padat dan jalan piggir kota
PETUNJUK:
Kondisi selain jalan daerah berkendara harus sedapat mungkin sama
.
Perbandingan antara pengendaraan menanjak dan pada jalan yang rata.
Jalan yang biasa dilalui pelanggan dan jalan yang biasa dilalui temannya dimana konsumsi materi bakar keduanya dibandingkan.
Metode pengendaraan
Minta pelanggan atau orang lain berkendara pada jalan yang sama dan buat pelanggan memahami perbedaan di dalam konsumsi materi bakar yang disebabkan oleh metode pengendaraan.
Perbandingan antara metod pengendaraan dengan memperhatikan perpindahan dan akselerasi.
Kondisi penggunaan
Beban mesin
Berkendara pada jalan yang sama dengan santunan beban dan tanpa santunan beban. Buat pelanggan memahami perbedaan di dalam konsumsi materi bakar yang disebabkan oleh beban.
Perbandingan ketika beban listrik ibarat air conditioner yang hidup dengan ketika air conditioner mati.
Perbandingan antara perbedaan dalam beban mesin dan jumlah penumpang
Perjalanan pendek
Buat pelanggan memahami perbedaan di dalam konsumsi materi bakar antara perjalanan singkat dan perjalanan panjang, atau ketika mesin hambar dan setelah mesin dihangatkan.
Perbandingan antara perjalanan singkat dan panjang.
Perbandingan ketika start dengan mesin hambar dan ketika mesin dihangatkan.
Perbandingan antara durasi penghangatan.
Malfungsi kendaraan
Berkendara di jalan yang sama sebelum kendaraan dibawa ke bengkel dan setelah kendaraan diperbaiki. Lalu, buat pelanggan memahami perbedaan di dalam konsumsi materi bakar.
Perbandingan ketika kendaraan dibawa ke bengkel dan setelah diperbaiki.
Buat pelanggan memahami perbedaan di dalam konsumsi materi bakar dengan cara menyesuaikan secara ilegal atau menggunakan part-part tidak asli.
Perbandingan part merek standar ibarat ban dan part-part tidak asli yang digunakan.
123